Ngawi, Sorotnesia.com – Papan informasi yang memuat peta potensi Desa Tawun kini hadir di depan Balai Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi. Papan tersebut merupakan bagian dari program PETIK (Peta Tawun Informatif dan Kreatif) yang digagas mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga (UNAIR) dan dilaksanakan pada 26 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Program PETIK tidak hanya menghadirkan denah wilayah desa. Peta tersebut dirancang untuk memperkenalkan sejumlah fasilitas umum, kawasan pertanian, tempat peribadatan, mata air, hingga destinasi wisata yang terdapat di Desa Tawun.
Desa Tawun memiliki sejumlah potensi yang dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satunya Taman Wisata Tawun. Selain itu, terdapat berbagai punden atau tempat peribadatan serta sendang atau mata air yang memiliki nilai sejarah dan budaya sekaligus berpotensi mendukung perkembangan UMKM dan ekonomi pariwisata lokal.
Selama ini, informasi mengenai lokasi dan potensi tersebut belum tersaji dalam satu media yang mudah dikenali masyarakat maupun pengunjung dari luar desa. Kondisi itu menjadi salah satu alasan mahasiswa BBK 8 UNAIR menghadirkan PETIK sebagai media informasi berbasis pemetaan potensi desa.
Pelaksanaan program diawali dengan survei lapangan dan pengumpulan data. Mahasiswa mendata sejumlah titik penting di Desa Tawun dengan mencatat koordinat lokasi, antara lain balai desa, tempat peribadatan, mata air, serta destinasi wisata.
Selain data lokasi, mahasiswa juga mengumpulkan dokumentasi foto untuk memberikan gambaran visual mengenai objek yang ditampilkan dalam peta. Pendataan dilakukan dengan melibatkan perangkat desa, warga, Karang Taruna, serta pengelola wisata setempat.
Kolaborasi tersebut juga digunakan untuk memastikan informasi yang dicantumkan sesuai dengan kondisi di lapangan. Warga dan komunitas setempat turut memberikan informasi mengenai sejarah serta legenda lokal yang berkaitan dengan sejumlah objek di Desa Tawun.
Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah menjadi rancangan peta. Informasi tersebut disusun dalam bentuk denah desa yang dilengkapi penanda lokasi, foto, legenda, dan keterangan singkat mengenai objek yang ditampilkan.
Setelah rancangan selesai, peta dicetak menggunakan stiker vinyl yang dirancang tahan terhadap air dan perubahan cuaca. Peta kemudian dipasang pada rangka besi permanen yang dilengkapi atap dan pondasi semen di depan Balai Desa Tawun.
Lokasi tersebut dipilih karena berada di ruang yang mudah terlihat dan diakses masyarakat. Keberadaan peta di area tersebut diharapkan dapat membantu warga maupun pengunjung memperoleh gambaran mengenai lokasi fasilitas dan potensi yang tersedia di Desa Tawun.
Papan peta tersebut kemudian diperkenalkan kepada perangkat desa dan masyarakat melalui kegiatan peresmian. Kepala Desa Tawun, Purahman, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa BBK 8 UNAIR.
“Saya berterima kasih kepada mahasiswa BBK. Dengan adanya plang ini, saya harap ini dapat meningkatkan kepopuleran objek-objek wisata,” ujar Purahman, Kepala Desa Tawun.
Program PETIK dikoordinasikan oleh Fadillah Qurratu A’yun Azzahrah dari Program Studi Administrasi Publik dan Zahra Alifia Astuti. Pelaksanaan kegiatan turut dibantu Ishmah Karim dari Program Studi Kedokteran, Galih Lintang Kirana dari Program Studi Ekonomi Islam, serta Bela Shinta Aulia Putri dari Program Studi Kedokteran Hewan.
Melalui PETIK, mahasiswa BBK 8 UNAIR berupaya menyediakan sarana informasi yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Papan peta tersebut diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mengenali wilayah Desa Tawun, tetapi juga memperkenalkan potensi wisata dan aktivitas ekonomi yang berkembang di dalamnya.
Program tersebut juga mendukung pencapaian SDG 8: Decent Work and Economic Growth, terutama melalui penyediaan informasi yang dapat membantu memperkenalkan potensi wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Keberadaan papan peta diharapkan dapat terus dirawat dan dimanfaatkan oleh warga serta wisatawan. Sarana tersebut juga diharapkan menjadi warisan program yang dapat diteruskan dan dikembangkan oleh kelompok BBK berikutnya.
Penulis : Fathi Ahmad Nazal / Kedokteran / Mahasiswa BBK 8 Desa Tawun Universitas Airlangga
Editor : Anisa Putri









