Ciptakan Sekolah Aman Bebas Perundungan: Mahasiswa KKN Posko 21 UIN Walisongo Adakan Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Pagertoya

- Redaksi

Rabu, 6 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN Posko 21 UIN Walisongo bersama siswa-siswi SD Negeri Pagertoya. Foto: Mahasiswa KKN Posko 21 UIN Walisongo

Mahasiswa KKN Posko 21 UIN Walisongo bersama siswa-siswi SD Negeri Pagertoya. Foto: Mahasiswa KKN Posko 21 UIN Walisongo

Mahasiswa KKN UIN Walisongo menggelar sosialisasi anti-bullying di SD Negeri Pagertoya. Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak buruk perundungan, dengan harapan tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Kendal, Sorotnesia.com – Perundungan atau bullying masih menjadi masalah serius di lingkungan sekolah, terutama di tingkat sekolah dasar. Tindakan perundungan, baik secara fisik maupun verbal, dapat meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban.

Untuk mencegah hal ini dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Posko 21 dari UIN Walisongo Semarang mengadakan sosialisasi anti-bullying di SD Negeri Pagertoya, Kabupaten Kendal.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa sejak dini tentang pengertian, jenis, contoh, dan cara mencegah bullying, serta meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya perundungan.

Sosialisasi dilaksanakan pada Rabu, 30 Oktober 2024 di ruang kelas 2 SD Negeri Pagertoya dan dihadiri oleh 48 siswa kelas 1 hingga kelas 3. Menurut pantauan, antusiasme siswa sangat tinggi. Para siswa aktif menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri, menunjukkan ketertarikan mereka terhadap materi yang disampaikan.

Baca Juga :  KKN UIN Walisongo Dukung Program Cek Kesehatan Gratis di Desa Butuh untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Acara dibuka dengan ice breaking untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman. Selanjutnya, materi tentang pengertian, jenis, contoh, dampak negatif, dan pencegahan bullying disampaikan oleh anggota KKN, Dinda dan Nadin. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan media PowerPoint, membuat siswa lebih mudah memahami.

Selain itu, para siswa diajak untuk bernyanyi bersama lagu “Anti-Bullying” guna memperkuat pesan yang disampaikan. Sebagai penutup, siswa membuat komitmen anti-bullying dengan menuliskan nama di kertas dan menempelkannya pada papan komitmen yang disediakan.

Koordinator Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN Posko 21, Tsalitsa, menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan upaya dalam menciptakan lingkungan belajar yang bebas perundungan.

“Kasus bullying di sekolah masih menjadi masalah yang sering muncul dan berdampak negatif pada psikologi korban. Kami ingin meningkatkan pemahaman siswa sejak dini mengenai bahaya perundungan agar tercipta lingkungan belajar yang aman,” ujar Tsalitsa.

Nadin, salah satu pemateri dalam sosialisasi ini, juga menyampaikan pandangannya. “Siswa sangat responsif dalam kegiatan sosialisasi tadi. Kami melihat bahwa materi anti-bullying sangat penting untuk disampaikan kepada mereka sejak dini. Banyak dari mereka tidak sadar bahwa tindakan tertentu yang mereka lakukan bisa termasuk perundungan,” jelasnya.

Baca Juga :  KKN UIN Walisongo dan KWT Wanudyomukti Bagikan 1.008 Bibit untuk Cegah Stunting di Dusun Gempol

Siswa di SD Negeri Pagertoya juga memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini. Arsyila, seorang siswa kelas 1, mengungkapkan bahwa sosialisasi tersebut seru dan interaktif. “Kegiatannya menyenangkan, ada tepuk semangat, nyanyi bareng lagu ‘Anti-Bullying’. Mas dan Mbak KKN juga baik-baik, jadi nggak bosan,” ujarnya.

Dengan diadakannya sosialisasi ini, para mahasiswa KKN berharap siswa di SD Negeri Pagertoya semakin memahami pentingnya menghargai dan menghormati teman-temannya. Sosialisasi anti-bullying ini diharapkan dapat membentuk lingkungan sekolah yang aman, di mana siswa merasa nyaman dan terlindungi dari tindakan perundungan.

Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah awal bagi siswa dalam mengembangkan sikap empati dan menghargai sesama sejak dini, sehingga tercipta lingkungan yang positif di sekolah.

Penulis : Tim Mahasiswa KKN Posko 21 UIN Walisongo

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa
FKIP UNS Dorong Transformasi Pembelajaran Digital di SD melalui Pelatihan Guru Cilacap Utara
Tidak Hanya Turun ke Jalan, Aliansi BEM Solo Dorong Gerakan Mahasiswa Masuk ke Ruang Digital
Mahasiswa UNS Dorong Ekonomi Sirkular di Klaten, Limbah Cair Aren Disulap Menjadi Pupuk Organik Cair
Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung
Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya
Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya
Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 19:58 WIB

Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:43 WIB

FKIP UNS Dorong Transformasi Pembelajaran Digital di SD melalui Pelatihan Guru Cilacap Utara

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:20 WIB

Tidak Hanya Turun ke Jalan, Aliansi BEM Solo Dorong Gerakan Mahasiswa Masuk ke Ruang Digital

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:53 WIB

Mahasiswa UNS Dorong Ekonomi Sirkular di Klaten, Limbah Cair Aren Disulap Menjadi Pupuk Organik Cair

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:15 WIB

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung

Berita Terbaru