Bangkalan, Sorotnesia.com – Persatuan Silat Nasional (PERSINAS) ASAD Kabupaten Bangkalan menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) V pada Minggu pagi, 25 Januari 2026, di Padepokan PERSINAS ASAD Bangkalan. Muskab ini menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sekaligus merumuskan arah organisasi ke depan, khususnya dalam penguatan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet pencak silat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PERSINAS ASAD Jawa Timur Prof. Dedid Cahya Happyanto bersama Sekretaris KH. Sumarman, Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Bangkalan Abdullah Damanhuri beserta jajaran pengurus kecamatan se-Bangkalan. Hadir pula Ketua DPD LDII Kabupaten Bangkalan Abdullah Sunaryo dan Ketua Senkom Bangkalan Eko Galih Raka Paramita.
Dalam sambutannya, Ketua PERSINAS ASAD Bangkalan Abdullah Damanhuri menegaskan bahwa Muskab merupakan momentum strategis bagi organisasi untuk melakukan refleksi menyeluruh. Evaluasi kinerja pengurus, menurut dia, perlu dilakukan secara terbuka dan objektif agar program kerja ke depan lebih relevan dengan kebutuhan organisasi dan atlet.
“Perbedaan pandangan dalam forum musyawarah hendaknya disikapi sebagai kekuatan yang memperkaya gagasan. Dengan begitu, rangkaian Muskab V dapat berjalan lancar, demokratis, serta tetap menjunjung tinggi nilai musyawarah mufakat,” ujar Abdullah.
Ia berharap Muskab V mampu menghasilkan kepengurusan yang solid, amanah, dan berorientasi pada pembinaan atlet secara berkelanjutan. Abdullah menekankan pentingnya program kerja yang tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan latihan, kompetisi, dan pengembangan organisasi di tingkat akar rumput.
“Semoga Muskab V ini melahirkan keputusan terbaik, kepengurusan yang kuat, serta program kerja yang mampu mendorong prestasi atlet dan kemajuan organisasi PERSINAS ASAD Bangkalan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PERSINAS ASAD Jawa Timur Prof. Dedid Cahya Happyanto secara resmi membuka Muskab V tersebut. Ia menyebut Muskab sebagai forum konstitusional yang memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan organisasi, terlebih setelah Pengurus Besar PERSINAS ASAD menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VI pada 7–8 Januari 2026 di Jakarta.
Menurut Dedid, salah satu keputusan penting Munas VI adalah penegasan mekanisme musyawarah di tingkat kabupaten sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Bab VII Pasal 24 ayat 3. Aturan tersebut menegaskan bahwa Muskab memiliki kewenangan untuk mengevaluasi kinerja pengurus, memilih ketua beserta jajaran, serta menetapkan program kerja organisasi.
“Muskab bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum resmi yang menentukan arah organisasi ke depan,” ujar Dedid.
Ia juga menyampaikan bahwa PERSINAS ASAD saat ini terus berkembang dan telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Di Jawa Timur, PERSINAS ASAD tercatat telah tergabung sebagai anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di 38 kabupaten dan kota, termasuk Kabupaten Bangkalan.
“Kondisi ini menunjukkan PERSINAS ASAD semakin diterima dan diakui. Karena itu, pembinaan organisasi dan prestasi atlet harus dikelola secara lebih profesional,” katanya.
Dedid memaparkan tiga tugas utama PERSINAS ASAD, yakni mendorong prestasi atlet di tingkat nasional dan internasional, memperkuat persaudaraan antarpaguron serta sinergi dengan IPSI dan instansi pemerintah, serta memastikan warga dan atlet PERSINAS ASAD menjalani latihan rutin sesuai arahan guru besar.
Selain itu, Dedid menyinggung pentingnya pemanfaatan teknologi dalam dunia olahraga. Ia menilai penggunaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dapat membantu meningkatkan kualitas latihan atlet secara lebih terukur dan sistematis.
“Teknologi memungkinkan evaluasi latihan yang lebih akurat, mulai dari pola latihan, stamina, daya tahan, hingga kecepatan atlet,” ujar Dedid.
Ia berharap Muskab V PERSINAS ASAD Bangkalan mampu menghasilkan keputusan yang berdampak nyata bagi penguatan organisasi dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat daerah maupun nasional.
Penulis : Arie
Editor : Anisa Putri









