Penguatan SDG Desa oleh Mahasiswa UNS melalui Pemberdayaan Masyarakat dengan Optimalisasi Potensi Lokal

- Redaksi

Senin, 25 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa UNS bersama masyarakat Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, berfoto bersama usai kegiatan pemberdayaan melalui inovasi pengolahan limbah kulit kopi dan edukasi kesehatan, Selasa (29/7/2025). Foto: pribadi

Mahasiswa UNS bersama masyarakat Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, berfoto bersama usai kegiatan pemberdayaan melalui inovasi pengolahan limbah kulit kopi dan edukasi kesehatan, Selasa (29/7/2025). Foto: pribadi

Temanggung, Sorotnesia.com – Upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa terus digalakkan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Hal ini terlihat dari inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang melaksanakan program inovatif di Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, pada Selasa (29/07/2025).

Dalam kegiatan bertajuk “Inovasi Ledakan Rasa dari Sisa-Sisa Kulit Kopi Robusta” dan “Edukasi Kesehatan dari Kopi dan Gula Aren”, mahasiswa berupaya mengoptimalkan pemanfaatan limbah kulit kopi yang selama ini jarang dimanfaatkan masyarakat. Program ini bertujuan mengurangi limbah pertanian sekaligus menghadirkan produk baru bernilai ekonomis tinggi.

Selama ini, masyarakat Desa Ketitang lebih berfokus pada produksi bubuk kopi dari bijinya. Sementara itu, limbah kulit kopi yang melimpah kerap terbuang begitu saja. Padahal, kulit kopi dapat diolah menjadi teh dengan kandungan antioksidan tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki potensi ekonomi.

Baca Juga :  Antusias Anak-anak Dusun Gempol Semarakkan Peringatan Hari Santri Nasional

“Pemanfaatan limbah ini tidak hanya mengurangi waste, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” jelas salah satu mahasiswa KKN UNS.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para petani kopi dan gula aren setempat. Untuk memperkaya pengetahuan, panitia turut menghadirkan petani berpengalaman dari Desa Muncar, Temanggung, yang berbagi wawasan tentang teknik produksi kopi berkualitas dan strategi pemasaran. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya diajak belajar membuat produk baru, tetapi juga memahami aspek hilirisasi dan pemasaran.

Fattah Nur Ahmad Zaki, Ketua Tim KKN UNS, menegaskan pentingnya inovasi dalam pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Kolaborasi Mahasiswa KKN UNS dan Desa Seloprojo Hadirkan Inovasi Alat Penabur Pupuk Ergonomis

“Kami ingin membantu masyarakat melalui inovasi produk sekaligus meningkatkan kesadaran akan pemanfaatan limbah kulit kopi yang ternyata bisa bernilai jual. Ini menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi desa,” ungkapnya.

Lebih jauh, program ini juga menyasar peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat kesehatan produk berbasis kopi dan gula aren. Harapannya, kesadaran akan kesehatan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNS berharap dapat berkontribusi nyata dalam mendukung pencapaian SDGs desa, terutama pada aspek pengentasan kemiskinan, kesehatan yang baik, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Potensi lokal yang dimanfaatkan secara optimal juga berpeluang dikembangkan menjadi daya tarik wisata edukasi, sehingga memberikan nilai tambah berlipat bagi Desa Ketitang.

Penulis : Kelompok 330 Tim KKN UNS

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta
Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo
Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas
Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry
Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa
Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan
Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa
FKIP UNS Dorong Transformasi Pembelajaran Digital di SD melalui Pelatihan Guru Cilacap Utara

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 13:02 WIB

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:29 WIB

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:59 WIB

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:38 WIB

Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:14 WIB

Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa

Berita Terbaru