Dorong Konservasi dan Ekonomi Warga, Mahasiswa KKN UNS Tanam Puluhan Bibit MPTS di Desa Gunungsari

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok KKN 74 UNS bersama Warga Desa Gunungsari. Foto: KKN 74 Universitas Sebelas Maret

Kelompok KKN 74 UNS bersama Warga Desa Gunungsari. Foto: KKN 74 Universitas Sebelas Maret

Magelang, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 74 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggandeng Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Pemali Jratun (BPDAS) Pemali Jratun Semarang untuk menanam puluhan bibit pohon di Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini difokuskan pada penanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) di lahan milik warga. Jenis bibit yang ditanam antara lain alpukat (Persea americana), durian (Durio zibethinus), jambu biji (Psidium guajava), sirsak (Annona muricata), matoa (Pometia pinnata), dan jengkol (Archidendron pauciflorum).

Mahasiswa KKN UNS, Andri Prihartanto, mengatakan penanaman pohon tersebut bertujuan menjaga kestabilan tanah sekaligus menjamin ketersediaan sumber daya air di wilayah desa. Pemilihan jenis tanaman disesuaikan dengan kondisi ekologis setempat agar mampu tumbuh optimal.

Baca Juga :  Dedikasi Ibu Susilawati Dikenang, KKM 22 UNIBA Banjarnegara Gelar Perpisahan dan Serahkan Hibah Fasilitas TPQ

“Melalui penanaman ini, kami berharap struktur tanah lebih stabil, risiko erosi berkurang, dan potensi degradasi lahan bisa ditekan,” ujar Andri.

Menurut dia, konsep MPTS dipilih karena tidak hanya berfungsi secara ekologis, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi. Tanaman buah memungkinkan warga memanen hasilnya tanpa harus menebang pohon, sehingga tutupan lahan tetap terjaga.

Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kondisi Desa Gunungsari yang sebagian warganya menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian. Dengan adanya diversifikasi tanaman buah, warga memiliki peluang tambahan sumber pendapatan.

Madio (60), warga Desa Gunungsari, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai penanaman pohon dengan jenis beragam memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Baca Juga :  FGD KKN UNS Gandeng DPRD, Desa Lebak Dorong Penguatan UMKM dan SDM Muda

“Biasanya hasil buah di sini dijual, seperti alpukat. Kalau punya saya sendiri biasanya jambu. Dua pohon jambu bisa sampai belasan kuintal,” kata Madio.

Penanaman Bibit Durian di Lahan Sekitar Desa Gunungsari. Foto: KKN 74 Universitas Sebelas Maret
Penanaman Bibit Durian di Lahan Sekitar Desa Gunungsari. Foto: KKN 74 Universitas Sebelas Maret

Selain mendukung konservasi tanah dan air, penanaman MPTS juga berpotensi memperkuat ketahanan pangan desa melalui variasi hasil panen. Kombinasi manfaat ekologis dan ekonomis itu menjadikan MPTS sebagai salah satu strategi pengelolaan lahan berkelanjutan di tingkat desa.

Mahasiswa KKN Kelompok 74 UNS berharap partisipasi warga tidak berhenti pada tahap penanaman. Perawatan dan pemeliharaan tanaman dinilai menjadi kunci agar manfaat jangka panjang dapat dirasakan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan warga, upaya menjaga kelestarian lingkungan di Desa Gunungsari diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Penulis : Tim KKN 74 UNS

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi
Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta
Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo
Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas
Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry
Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa
Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan
Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:00 WIB

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi

Senin, 6 Juli 2026 - 13:02 WIB

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:29 WIB

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:59 WIB

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:38 WIB

Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry

Berita Terbaru