Mahasiswa KKN-T 100 UNS Gelar Workshop Eco Print dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Pacitan

- Redaksi

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama peserta dan mahasiswa KKN-T UNS Kelompok 100. (Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100)

Foto bersama peserta dan mahasiswa KKN-T UNS Kelompok 100. (Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100)

Pacitan, Sorotnesia.com – Mahasiswa KKN Tematik (KKN-T) Kelompok 100 Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan workshop eco print tote bag dan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Balai Desa Sanggrahan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK serta perangkat desa setempat.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus memperluas pemahaman tentang perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendorong masyarakat desa mengembangkan keterampilan kreatif yang memanfaatkan bahan alami di sekitar lingkungan sekaligus memahami manfaat jaminan sosial bagi pekerja.

Praktik pembuatan Eco Print oleh peserta. (Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100)

Praktik pembuatan Eco Print oleh peserta. (Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100)

Pada sesi pertama, peserta mengikuti workshop eco print tote bag, yakni teknik menghias kain menggunakan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga. Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada konsep dasar eco print serta tahapan proses pembuatannya.

Peserta kemudian mempraktikkan secara langsung pembuatan motif eco print pada tote bag. Proses dimulai dari pemilihan daun dan bunga, penataan bahan di atas kain, hingga tahap pengukusan yang menghasilkan pola alami dengan bentuk dan warna yang unik.

Kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan pengalaman kreatif, tetapi juga mengajak masyarakat memanfaatkan sumber daya alam secara bijak. Selain itu, penggunaan tote bag kain diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang selama ini masih banyak digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  Kolaborasi KORMI dan KKN UIN Walisongo: Senam Aerobik Tingkatkan Kesehatan dan Kebersamaan di Desa Sriwulan

Mahasiswa KKN berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan. Bahkan, teknik eco print dinilai memiliki potensi untuk dijadikan sebagai produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi, sehingga dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Setelah sesi pelatihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang menghadirkan narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan, Fitro.

Penyampaian materi Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. (Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100)
Penyampaian materi Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. (Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100)

Dalam pemaparannya, Fitro menjelaskan berbagai program perlindungan sosial yang disediakan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja. Ia menyampaikan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan penting untuk melindungi pekerja dari berbagai risiko yang mungkin terjadi selama bekerja.

“Program BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan bagi pekerja melalui beberapa skema, seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun,” ujar Fitro di hadapan peserta.

Menurut dia, pemahaman mengenai jaminan sosial masih perlu terus ditingkatkan, terutama di wilayah pedesaan yang mayoritas penduduknya bekerja di sektor informal.

Di Desa Sanggrahan sendiri, sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani dan peternak. Kedua pekerjaan tersebut memiliki risiko kerja yang tidak kecil, mulai dari kecelakaan kerja hingga ketidakpastian penghasilan di masa tua.

Baca Juga :  Satu Titik Seribu Pandang, Ikon Wisata Baru dari KKN UNS di Desa Glapansari

Karena itu, sosialisasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami pentingnya memiliki perlindungan sosial yang dapat memberikan rasa aman dalam bekerja.

Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, baik saat praktik pembuatan eco print maupun pada sesi diskusi mengenai BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Desa Sanggrahan, Sutarno, mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa KKN UNS tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga. Selain mendapatkan keterampilan baru yang ramah lingkungan, masyarakat juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja,” kata Sutarno.

Ia berharap program serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung peningkatan kapasitas masyarakat desa, baik dari sisi keterampilan maupun pengetahuan.

Program ini diprakarsai oleh Baiq Ena Andriani dan Chiryokuna Mukholis Aji Prasetyo bersama mahasiswa KKN-T Kelompok 100 UNS sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Sanggrahan semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan serta memahami manfaat perlindungan sosial ketenagakerjaan. Selain itu, keterampilan eco print yang diperkenalkan diharapkan dapat berkembang menjadi peluang usaha kreatif yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Penulis : Baiq Ena Andriani dan Chiryokuna Mukholis Aji Prasetya | KKN-T 100 UNS Periode Januari – Februari 2026

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung
Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya
Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya
Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global
Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR
Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore
Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API
Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:15 WIB

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:54 WIB

Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:55 WIB

Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:55 WIB

Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR

Berita Terbaru

Keterasingan emosional dalam hubungan menjadi tema utama yang diangkat Armijn Pane dalam novel Belenggu. Sumber: Pinterest

Narasi+

Mengapa Belenggu Masih Terasa Dekat dengan Kehidupan Kita?

Minggu, 14 Jun 2026 - 18:46 WIB