Ngawi, Sorotnesia.com – Upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan cek kesehatan gratis yang digelar di Posyandu Delima 2, Dusun Plampoan 2, Desa Geneng, Kabupaten Ngawi, pada 14 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kelompok 97 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) periode Januari–Februari 2026 bersama tenaga ahli gizi dari Puskesmas Geneng. Masyarakat setempat turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Sebanyak 65 peserta yang terdiri dari ibu dan balita hadir dalam kegiatan ini. Sejak awal acara, para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang disiapkan panitia.
Kegiatan diawali dengan layanan rutin posyandu, meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar lengan atas, serta lingkar kepala balita. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau tumbuh kembang anak secara berkala. Selain itu, panitia juga menyediakan cek kesehatan gratis sebagai bentuk pelayanan dasar kepada masyarakat.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi sosialisasi terkait stunting yang disampaikan oleh ahli gizi dari Puskesmas Geneng. Materi mencakup pengertian stunting, faktor penyebab, dampak jangka panjang, hingga langkah pencegahan melalui pemenuhan gizi seimbang dan pola asuh yang tepat.
Ahli gizi Puskesmas Geneng, Tasya, menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak.
“Stunting tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif dan kesehatan jangka panjang anak. Karena itu, pemenuhan gizi seimbang harus diperhatikan sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, tim KKN 97 UNS juga menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa telur rebus kepada balita. Program ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan protein anak dalam masa pertumbuhan.
Penanggung jawab program, Galih, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Kami berharap para ibu semakin memahami pentingnya gizi seimbang bagi anak. Pemberian telur rebus ini adalah langkah sederhana, tetapi memiliki manfaat besar dalam mendukung kebutuhan protein balita,” katanya.

Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab interaktif. Para ibu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung mengenai kondisi kesehatan anak mereka.
Salah satu peserta mengaku kegiatan ini memberikan manfaat nyata.
“Kami jadi lebih memahami apa itu stunting dan bagaimana cara mencegahnya. Apalagi ada pemeriksaan gratis dan pemberian makanan tambahan untuk anak,” tuturnya.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Warga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kesehatan anak di lingkungan mereka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua semakin menyadari pentingnya pemenuhan gizi yang cukup dan seimbang. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.
Penulis : Tim KKN 97 UNS
Editor : Intan Permata









