KKN UNS Tematik Literasi 349 dan Pemdes Sumberejo Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting dengan Pendekatan Literasi Gizi dan Pola Asuh

- Redaksi

Selasa, 19 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta antusias mengikuti paparan mengenai pentingnya literasi keluarga sebagai upaya membangun generasi cerdas dan sehat dalam sosialisasi percepatan penurunan stunting di Desa Sumberejo. Foto: KKN 349 UNS

Peserta antusias mengikuti paparan mengenai pentingnya literasi keluarga sebagai upaya membangun generasi cerdas dan sehat dalam sosialisasi percepatan penurunan stunting di Desa Sumberejo. Foto: KKN 349 UNS

Wonogiri, Sorotnesia.com – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tematik Literasi 349 bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sumberejo, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, menggelar sosialisasi pencegahan dan percepatan penurunan stunting dengan pendekatan literasi gizi dan pola asuh. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat dalam membangun kesadaran tentang pentingnya tumbuh kembang anak secara optimal.

Kelompok KKN UNS Tematik Literasi 349 sendiri terdiri dari mahasiswa lintas fakultas dan program studi. Diketuai oleh Mahesa Pangestu, tim ini beranggotakan Rizky Indra Maulana, Tegar Wilujeng, Adhisty Anakunanti, Afi Aulia Sari, Aprilia Ardiyani, Balqis Adestya Wili, Najlaa Yasmin Aulia, Ratna Saptaningrum, dan Viky Muna Marzuqoh, serta mendapatkan arahan dari Dr. Dra. Yuli Bangun Nursanti, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, mereka berupaya memadukan edukasi kesehatan, literasi, dan pola asuh ke dalam satu rangkaian kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat desa.

Daryanto, Kepala Desa Sumberejo menyampaikan bahwa sosialisasi ini tidak hanya dilakukan untuk mendukung program pemerintah. Namun, sosialisasi ini juga dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para orang tua mengenai stunting dengan berbagai bahayanya dan cara mengatasinya dengan pendekatan literasi gizi dan pola asuh yang tepat.

Baca Juga :  KKN UNS Berhasil Mengubah Kebun Rojo Camp Jadi Destinasi Pariwisata dengan Identitas Digital Baru!

“Jadi Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh orang tua, tidak sepenuhnya lambatnya tumbuh kembang anak diakibatkan oleh gen orang tua, pemenuhan gizi juga memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak sehingga perlu pendekatan literasi gizi dan pola asuh,” ujar Daryanto.

Sosialisasi ini diikuti oleh lebih dari 60 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari warga desa, kader posyandu, guru, kader PKK, hingga orang tua balita. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka selama kegiatan berlangsung, baik dalam mendengarkan materi maupun berdiskusi mengenai penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Acara yang diselenggarakan pada 12 Agustus 2025 ini, menghadirkan tiga pemateri dari latar belakang berbeda. Listiorini, perwakilan Pokja II Kabupaten Wonogiri, menyampaikan materi literasi sebagai salah satu pilar Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya membangun kemampuan literasi sejak usia dini untuk mencetak generasi cerdas, produktif, dan berdaya saing.

Baca Juga :  Jejak Kolaborasi KKN UNS 335: Mendorong Desa Tangguh dari Ekonomi, Pendidikan, hingga Kesehatan

Suasana sosialisasi pencegahan stunting dengan pendekatan literasi gizi dan pola asuh yang digelar KKN UNS Tematik Literasi 349 bersama Pemerintah Desa Sumberejo, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri (12/8/2025). (doc. KKN 349 UNS)
Suasana sosialisasi pencegahan stunting dengan pendekatan literasi gizi dan pola asuh yang digelar KKN UNS Tematik Literasi 349 bersama Pemerintah Desa Sumberejo, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri (12/8/2025). (doc. KKN 349 UNS)

Materi kedua dibawakan oleh Rohmah Jimmy Solihah, S.Pd.I., guru sekolah dasar sekaligus penulis. Ia membahas hubungan erat antara literasi keluarga dan pola asuh anak di rumah. Menurutnya, kegiatan membaca bersama dan berdialog dengan anak dapat menanamkan nilai positif, memperkuat komunikasi, dan membentuk kebiasaan belajar sepanjang hayat.

Sesi terakhir diisi oleh Nadiah Lukitasari dari Puskesmas Jatisrono. Ia memaparkan dampak stunting, yang tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif anak. Pencegahannya membutuhkan kombinasi gizi yang memadai, lingkungan bersih, dan pola asuh yang tepat.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan diskusi singkat. Peserta diberi kesempatan untuk membahas penerapan materi sesuai kondisi mereka sehari-hari. Hal ini membuat sosialisasi tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga aplikatif.

Program ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung program percepatan penurunan stunting. Melalui kolaborasi lintas sektor, Kelompok KKN UNS Tematik Literasi 349 berharap Desa Sumberejo dapat menjadi contoh penerapan edukasi literasi terpadu untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Penulis : Kelompok KKN UNS Tematik Literasi 349

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi
Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta
Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo
Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas
Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry
Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa
Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan
Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:00 WIB

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi

Senin, 6 Juli 2026 - 13:02 WIB

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:29 WIB

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:59 WIB

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:38 WIB

Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry

Berita Terbaru