Harmoni Waisak 2026, GEMABUDHI Sulsel dan Tokoh Lintas Lembaga Tanam 45 Pohon di Gowa

- Redaksi

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPD GEMABUDHI Sulawesi Selatan bersama tokoh lintas lembaga Buddhis dan peserta kegiatan menunjukkan bibit pohon dalam Gerakan Penghijauan Terpadu Waisak 2026 di Vihara Sasanadipa Mawang, Gowa, Sabtu (30/5/2026). Foto: Pribadi

DPD GEMABUDHI Sulawesi Selatan bersama tokoh lintas lembaga Buddhis dan peserta kegiatan menunjukkan bibit pohon dalam Gerakan Penghijauan Terpadu Waisak 2026 di Vihara Sasanadipa Mawang, Gowa, Sabtu (30/5/2026). Foto: Pribadi

Gowa, Sorotnesia.com – Peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 B.E./2026 di Sulawesi Selatan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui aksi nyata pelestarian lingkungan. Dewan Pengurus Daerah (DPD GEMABUDHI) Sulawesi Selatan bersama sejumlah lembaga dan organisasi Buddhis menggelar Gerakan Penghijauan Terpadu Waisak 2026 dengan menanam 45 bibit pohon produktif dan pelindung di kawasan Vihara Sasanadipa Mawang, Kabupaten Gowa, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara GEMABUDHI Sulawesi Selatan, Pembimbing Masyarakat (Bimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Persatuan Guru Agama Buddha Indonesia (PERGABI) Sulawesi Selatan, Yayasan Ratanajoti Mawang, serta Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan.

Mengusung tema “Implementasi Strategis Penanaman Pohon dalam Mendukung Ketahanan Ekosistem dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim di Wilayah Sulawesi Selatan”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan umat Buddha dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan yang berdampak langsung.

Sejak pagi hari, suasana kebersamaan terlihat di area vihara. Para pemuda Buddhis, tokoh agama, guru agama Buddha, hingga pengurus yayasan bergotong royong menyiapkan lahan, memasang ajir bambu, dan menanam bibit pohon di sejumlah titik yang telah ditentukan.

Keterlibatan berbagai elemen tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung gerakan penghijauan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Ketua DPD GEMABUDHI Sulawesi Selatan, Enrique Justine Sun, menegaskan bahwa peringatan Waisak perlu diwujudkan dalam aksi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga :  Rapimnas 2026, LDII Siapkan Munas dan Selaraskan Program dengan Asta Cita

“Waisak bukan sekadar merayakan penerangan sempurna Buddha di masa lalu, melainkan menyalakan lentera kepedulian di masa kini. Menanam satu pohon hari ini adalah bentuk komitmen nyata pemuda Buddhis dalam menjaga napas kehidupan bumi. Manusia tidak mewarisi alam ini dari leluhur, melainkan meminjamnya dari generasi masa depan. Lewat 45 bibit pohon ini, GEMABUDHI Sulsel ingin menanam harapan agar harmoni antara manusia dan alam tetap terjaga utuh,” ujarnya.

Menurut Enrique, gerakan penghijauan tersebut menjadi simbol kepedulian generasi muda Buddhis terhadap tantangan lingkungan yang semakin kompleks, termasuk perubahan iklim dan berkurangnya ruang hijau di berbagai daerah.

Pandangan serupa disampaikan Pembimbing Masyarakat (Bimas) Buddha Sulawesi Selatan, Sumarjo. Ia menjelaskan bahwa pelestarian lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan ajaran Buddha melalui pendekatan Eco-Teologi.

“Dalam perspektif Eco-Teologi Buddha, alam dan manusia adalah satu kesatuan yang saling bergantungan (Paticcasamuppada), sehingga merawat bumi sama dengan merawat diri sendiri,” kata Sumarjo.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi penghijauan di Mawang merupakan program penanaman pohon kelima yang dilaksanakan Bimas Buddha Sulawesi Selatan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung kelestarian lingkungan.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Ratanajoti Mawang, Mantang Kurnia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberadaan Vihara Sasanadipa tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan spiritual, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Bangun Kesadaran Aksi Iklim Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNS Ajarkan Siswa SDN Seloprojo Tanam Pohon

“Vihara Sasanadipa bukan hanya tempat mengolah batin, tetapi juga harus menjadi pusat edukasi lingkungan,” ujarnya.

Mantang memastikan seluruh bibit pohon yang ditanam akan dirawat secara berkelanjutan oleh pihak yayasan agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat ekologis bagi kawasan sekitar.

Dukungan terhadap gerakan penghijauan juga datang dari kalangan pendidik. Perwakilan PERGABI Sulawesi Selatan, Joko Tri Santoso, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI yang mendorong kepedulian terhadap alam dan lingkungan hidup.

“Sebagai pendidik, kami berkewajiban mencontohkan secara langsung bahwa mencintai Dhamma juga berarti menjaga alam dan lingkungan hidup,” kata Joko.

Ia berharap nilai-nilai ekologis yang diperkenalkan melalui kegiatan tersebut dapat tertanam dalam diri peserta didik sehingga tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

Sebanyak 45 bibit pohon yang ditanam dalam kegiatan ini juga memiliki makna simbolis. Angka tersebut merepresentasikan semangat persatuan, perjuangan, dan sinergi antarlembaga Buddhis di Sulawesi Selatan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui aksi penghijauan yang dilakukan bertepatan dengan momentum Waisak, para peserta berharap pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam dapat terus tumbuh, seiring berkembangnya pohon-pohon yang ditanam di kawasan Vihara Sasanadipa Mawang.

Penulis : Justine Sun

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dialog Kebangsaan GEMABUDHI Sulsel Tekankan Aktualisasi Nilai Waisak dan Pancasila demi Keutuhan NKRI
Semangat Vesak 2026, DPD GEMABUDHI Sulsel Bagikan 50 Snack Box kepada Masyarakat Makassar
GEMABUDHI Sulsel Gelar Dialog Kebangsaan, Andre Prasetyo Tanta Resmi Jadi Dewan Kehormatan
Enrique Justine Sun Kutuk Dugaan Diskriminasi terhadap Calon Paskibraka Nasional Asal Makassar
Semangat Waisak 2570, PERMABUDHI Sulsel Gelar Donor Darah Kemanusiaan di Vihara Sasanadipa
Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan Pemkab Nganjuk
Rapimnas 2026, LDII Siapkan Munas dan Selaraskan Program dengan Asta Cita
Kejati Jatim Bekali 1.000 Lebih Calon Juru Dakwah LDII dengan Penangkalan Radikalisme dan Intolerasi Beragama

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:30 WIB

Harmoni Waisak 2026, GEMABUDHI Sulsel dan Tokoh Lintas Lembaga Tanam 45 Pohon di Gowa

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:56 WIB

Dialog Kebangsaan GEMABUDHI Sulsel Tekankan Aktualisasi Nilai Waisak dan Pancasila demi Keutuhan NKRI

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:38 WIB

Semangat Vesak 2026, DPD GEMABUDHI Sulsel Bagikan 50 Snack Box kepada Masyarakat Makassar

Senin, 25 Mei 2026 - 22:53 WIB

Enrique Justine Sun Kutuk Dugaan Diskriminasi terhadap Calon Paskibraka Nasional Asal Makassar

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:52 WIB

Semangat Waisak 2570, PERMABUDHI Sulsel Gelar Donor Darah Kemanusiaan di Vihara Sasanadipa

Berita Terbaru