Makassar, Sorotnesia.com – Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan bertajuk Bergema Temple Explorer di Cetiya Panca Dharma Selatan, Jalan Samiun Gang 1 Nomor 8, Makassar, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal organisasi dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di kalangan pemuda Buddhis.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sembahyang bersama yang diikuti pengurus dan anggota GEMABUDHI Sulawesi Selatan. Ritual doa berlangsung mulai pukul 19.00 WITA hingga selesai dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Program Bergema Temple Explorer dirancang sebagai wadah bagi generasi muda Buddhis untuk mengenal lebih dekat berbagai tempat ibadah Buddha di Sulawesi Selatan. Selain menjadi ruang pembinaan spiritual, kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan nilai sejarah, filosofi, dan peran cetiya maupun vihara dalam kehidupan umat Buddha.
Pemilihan Cetiya Panca Dharma Selatan sebagai lokasi perdana dinilai sejalan dengan semangat moderasi beragama, kebersamaan, dan penguatan karakter generasi muda yang menjadi fokus organisasi tersebut.
Ketua GEMABUDHI Sulawesi Selatan, Enrique Justine Sun, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan perdana tersebut. Menurut dia, program ini diharapkan menjadi sarana bagi anggota untuk lebih dekat dengan tempat-tempat ibadah Buddha sekaligus memperluas pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Bergema Temple Explorer ini adalah langkah awal kami untuk mengajak generasi muda Buddhis lebih dekat dengan tempat-tempat ibadah yang ada di sekitar kita. Selain sembahyang bersama, kami ingin anggota juga memahami nilai sejarah dan filosofi di balik setiap cetiya yang dikunjungi. Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin dan terus berkembang ke depannya,” ujar Enrique.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga menjadi ruang membangun komunikasi dan sinergi antaranggota organisasi.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Pembina GEMABUDHI Sulawesi Selatan, Carles Effendy. Ia mengapresiasi inisiatif para pengurus yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda Buddhis.
“Saya melihat antusiasme yang luar biasa dari adik-adik pengurus dan anggota. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga regenerasi dan semangat kebersamaan dalam komunitas Buddhis di Sulawesi Selatan. Saya berharap ke depannya semakin banyak cetiya dan vihara yang bisa dikunjungi dalam program Temple Explorer ini,” kata Carles.
Menurutnya, keberlanjutan program tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus memperkuat jaringan komunitas Buddhis di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Apresiasi serupa disampaikan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Sulawesi Selatan, Sumarjo. Ia menilai kegiatan yang melibatkan generasi muda seperti ini memiliki dampak positif bagi penguatan kehidupan beragama dan hubungan sosial antarumat.
“Kementerian Agama melalui Bimas Buddha sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini, yang tidak hanya memperkuat keyakinan umat, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar pemuda Buddhis di Sulawesi Selatan. Semoga GEMABUDHI terus menjadi motor penggerak generasi muda Buddhis yang aktif dan berkontribusi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, pengurus Cetiya Panca Dharma Selatan menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung pada masa mendatang.
“Kami merasa sangat terhormat menjadi tempat tujuan pertama dalam program Bergema Temple Explorer ini. Pintu Cetiya Panca Dharma Selatan selalu terbuka untuk kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial seperti ini. Semoga sembahyang bersama malam ini membawa berkah dan kedamaian bagi seluruh pengurus,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan Bergema Temple Explorer, GEMABUDHI Sulawesi Selatan berharap dapat menghadirkan ruang pembinaan yang berkelanjutan bagi generasi muda Buddhis. Program ini juga diharapkan menjadi sarana memperkuat pemahaman keagamaan, membangun solidaritas, serta mendorong keterlibatan aktif pemuda Buddhis dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.
Penulis : Justine Sun
Editor : Anisa Putri









