Madiun, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 157 Universitas Sebelas Maret (UNS), Ezra Risky Kusuma Ardana, menggelar sosialisasi pengolahan limbah sampah plastik dan praktik pembuatan dompet dari limbah plastik (DOPLAS) bagi ibu-ibu pengajian di Desa Kajang, Madiun, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung pukul 19.00 WIB tersebut merupakan salah satu program kerja KKN yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah plastik sekaligus memberikan keterampilan pemanfaatan limbah menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif dan kreatif yang berkaitan dengan persoalan lingkungan. Melalui sosialisasi dan praktik pembuatan dompet, peserta diharapkan dapat memahami pentingnya pengelolaan sampah sekaligus menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, limbah plastik yang biasanya dibuang dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna,” kata Ezra Risky Kusuma Ardana, mahasiswa KKN 157 UNS.
Edukasi Pengelolaan Sampah Plastik
Sosialisasi ditujukan kepada ibu-ibu pengajian di Desa Kajang. Peserta mendapatkan edukasi mengenai sampah plastik, dampak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan, serta pentingnya melakukan pengelolaan sampah.
Pemilihan ibu-ibu pengajian sebagai sasaran kegiatan didasarkan pada peran mereka dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di rumah masing-masing dan disebarluaskan kepada keluarga maupun masyarakat sekitar.
“Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu pengajian di Desa Kajang, Madiun,” ujar Ezra.
Menurut Ezra, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa KKN kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan edukasi mengenai permasalahan sampah plastik dan cara sederhana untuk mengatasinya.
Sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang sulit terurai. Apabila tidak dikelola dengan baik, keberadaannya dapat menimbulkan permasalahan bagi lingkungan.
Oleh karena itu, masyarakat diperkenalkan dengan pentingnya memilah, mengurangi, dan memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan Desa Kajang.
Praktik Pembuatan Dompet dari Limbah Plastik
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan bahan dan alat yang diperlukan dalam pembuatan DOPLAS. Peserta diperkenalkan dengan limbah plastik yang dapat dimanfaatkan serta perlengkapan yang digunakan untuk membuat dompet.
Tahap berikutnya berupa demonstrasi dan praktik. Peserta diberikan contoh proses pembuatan dompet dari limbah plastik, kemudian mengikuti dan mempraktikkan proses tersebut secara langsung.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni sosialisasi, pengenalan bahan dan alat, demonstrasi, praktik, pendampingan, dan evaluasi.

Selama praktik berlangsung, peserta mendapatkan pendampingan dalam proses pembuatan dompet. Setelah itu, peserta melihat hasil produk yang telah dibuat dan memperoleh penguatan kembali mengenai pentingnya pemanfaatan limbah serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Dengan demikian, kegiatan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat,” kata Ezra.
Dorong Kreativitas Masyarakat
Program DOPLAS memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Kajang mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik, memberikan pengetahuan mengenai dampak sampah terhadap lingkungan, serta mengajarkan cara sederhana memanfaatkan kembali limbah plastik.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat mengurangi kebiasaan membuang sampah plastik dan meningkatkan kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas.
Bagi masyarakat, program ini diharapkan memberikan wawasan mengenai pengelolaan sampah sekaligus keterampilan mengolah limbah plastik menjadi barang yang berguna. Sementara bagi mahasiswa KKN, kegiatan menjadi sarana menerapkan ilmu dan keterampilan sekaligus berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
“Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi sarana untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang dimiliki sekaligus belajar berinteraksi dan berkontribusi secara langsung di tengah masyarakat,” ujar Ezra.
Ezra berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat Desa Kajang. Publikasi program DOPLAS juga diharapkan menjadi dokumentasi pengabdian mahasiswa sekaligus inspirasi bagi masyarakat dan mahasiswa lainnya untuk mengembangkan kegiatan serupa.
Melalui kegiatan edukasi dan praktik pemanfaatan limbah plastik, program DOPLAS menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN 157 UNS dalam mendorong kesadaran lingkungan dan kreativitas masyarakat Desa Kajang, Madiun.
Penulis : Mahasiswa KKN 157 | UNS
Editor : Intan Permata









