KKN 44 Saradan Gelar Pelatihan Psikologi untuk Anak SD: Latih Kemampuan Kelola Emosi Melalui Art Therapy & Journalling

- Redaksi

Jumat, 15 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi bersama setelah pelatihan psikologi tentang pengelolaan emosi pada anak dengan menggunakan metode Art Therapy dan Journalling. Foto: KKN 44 UMBY

Dokumentasi bersama setelah pelatihan psikologi tentang pengelolaan emosi pada anak dengan menggunakan metode Art Therapy dan Journalling. Foto: KKN 44 UMBY

Bantul, Sorotnesia.com – Tim KKN 44 Saradan, yang beranggotakan 10 mahasiswa dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. M. Nastain, S.Sos.I.,M.I.Kom., sukses menyelenggarakan program kerja bertema edukasi masyarakat pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Kepala Dukuh Saradan, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY, dan diikuti oleh 48 anak SD dari wilayah setempat.

Mengusung tema besar KKN “Edukasi Masyarakat”, kegiatan ini berfokus pada pelatihan psikologi tentang pengelolaan emosi pada anak. Program ini menggunakan metode Art Therapy dan Journalling sebagai media pembelajaran kreatif dan interaktif, sehingga anak-anak dapat belajar mengenali dan mengelola emosi dengan cara yang menyenangkan.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UMBY Tingkatkan Kesadaran akan Risiko Pernikahan Dini di Dusun Tegallawas
Mahasiswa KKN 44 UMBY berpose bersama peserta anak-anak usai kegiatan pelatihan pengelolaan emosi melalui metode Art Therapy dan Journalling di Kalurahan Terong, Dlingo, Bantul, Sabtu (9/8/2025). Foto: KKN 44 UMBY
Mahasiswa KKN 44 UMBY berpose bersama peserta anak-anak usai kegiatan pelatihan pengelolaan emosi melalui metode Art Therapy dan Journalling di Kalurahan Terong, Dlingo, Bantul, Sabtu (9/8/2025). Foto: KKN 44 UMBY

“Kami ingin memberikan bekal bagi anak-anak sejak dini agar mampu memahami emosi yang mereka rasakan dan menyalurkannya dengan tepat. Melalui kegiatan ini, kami menggabungkan seni dan menulis sebagai sarana ekspresi,” ujar salah satu anggota KKN 44 Saradan.

Salah satu anak saat mewarnai sekaligus mengekspresikan perasaan yang ia rasakan. Foto: KKN 44 UMBY
Salah satu anak saat mewarnai sekaligus mengekspresikan perasaan yang ia rasakan. Foto: KKN 44 UMBY

Selama kegiatan, anak-anak diperkenalkan pada berbagai jenis emosi mulai dari senang, sedih, marah, hingga takut, serta strategi sederhana untuk mengelolanya. Dengan menggambar, mewarnai sekaligus mengekspresikan perasaan yang dimiliki, sehingga tercipta suasana belajar yang hangat dan penuh keceriaan.

Baca Juga :  Peran Psikologi Pendidikan dalam Mengoptimalkan Perkembangan Kognitif Anak Sekolah Dasar

Hasilnya, anak-anak semakin mengenal macam-macam emosi dan memahami cara-cara yang sehat untuk mengelolanya. Diharapkan, keterampilan ini dapat membantu mereka dalam berinteraksi dengan teman, keluarga, dan lingkungan sekitar di kemudian hari.

Tim KKN 44 Saradan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Dukuh Saradan, penyedia tempat, anak-anak, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung terlaksananya kegiatan ini.

Harapan kami, anak-anak di Saradan akan terus mengasah kemampuan mengenali dan mengelola emosi, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh secara mental dan emosional.

Penulis : Yohana Agata | Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi
Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta
Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo
Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas
Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry
Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa
Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan
Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:00 WIB

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi

Senin, 6 Juli 2026 - 13:02 WIB

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:29 WIB

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:59 WIB

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:38 WIB

Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry

Berita Terbaru