Kolaborasi KUA Banyuanyar dan Mahasiswa KKN UINSA Dorong Remaja MA Ihyaul Islam Tunda Pernikahan Dini

- Redaksi

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi bersama setelah sosialisasi pencegahan pernikahan dini yang diselenggarakan oleh KKN 44 UINSA di Dusun Sukun, Desa Klenang Kidul pada Sabtu, 5 Juli 2025. Foto: KKN 44 UINSA

Dokumentasi bersama setelah sosialisasi pencegahan pernikahan dini yang diselenggarakan oleh KKN 44 UINSA di Dusun Sukun, Desa Klenang Kidul pada Sabtu, 5 Juli 2025. Foto: KKN 44 UINSA

Mahasiswa KKN UINSA dan KUA Banyuanyar menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan dini dan stunting di MA Ihyaul Islam, Desa Klenang Kidul. Melalui edukasi langsung kepada santri, kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang bijak dan sehat.

Probolinggo, Sorotnesia.com — Upaya pencegahan pernikahan dini dan stunting kembali digaungkan di kalangan remaja pondok pesantren. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) Banyuanyar dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Remaja Bijak, Tunda Nikah Demi Generasi Sehat”, yang dilaksanakan di Dusun Sukun, Desa Klenang Kidul pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Sosialisasi ini dipusatkan di Madrasah Aliyah (MA) Ihyaul Islam, yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Bahrul Huda. Sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan, pesantren tersebut dinilai strategis dalam menyampaikan pesan moral dan kesehatan kepada para santri, khususnya terkait urgensi menunda pernikahan dini demi masa depan yang lebih cerah dan generasi yang lebih sehat.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 30 santriwan dan santriwati kelas XI dan XII ini menghadirkan dua narasumber dari KUA Banyuanyar, yaitu H. Nasir, S.HI., M.Ag. dan Suzan Irine Kusuma Wardani, S.H..

Baca Juga :  Penguatan SDG Desa oleh Mahasiswa UNS melalui Pemberdayaan Masyarakat dengan Optimalisasi Potensi Lokal

Dalam pemaparannya, H. Nasir menekankan pentingnya membangun cita-cita dan kesiapan mental sebelum memutuskan untuk menikah. Ia mengajak para peserta untuk fokus pada pendidikan serta mengembangkan potensi diri terlebih dahulu sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

“Menikah bukan hanya soal kesiapan secara fisik, tetapi juga secara mental, emosional, dan spiritual. Jangan sampai masa depan kalian terkubur karena keputusan tergesa-gesa,” jelas H. Nasir di hadapan para santri.

Sementara itu, Suzan Irine menjelaskan dampak kesehatan dari pernikahan dini, khususnya kaitannya dengan stunting. Ia menekankan bahwa anak yang lahir dari ibu yang masih remaja memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan tumbuh kembang.

“Pernikahan dini memiliki korelasi erat dengan stunting. Ketika remaja belum matang secara biologis, mereka belum siap menjalani kehamilan dan melahirkan anak dengan optimal. Ini yang berpotensi melahirkan generasi yang lemah secara kesehatan,” jelas Suzan.

Salah satu santri, Ichsan, mengaku mendapatkan wawasan baru dari kegiatan ini dan merasa termotivasi untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
“Insyaallah, saya akan sebarkan informasi ini ke teman-teman yang lain,” ujarnya usai kegiatan.

Baca Juga :  KKN Tematik UNS Gagas Program Transformasi Budidaya Kopi di Temanggung

Menurut Koordinator KKN Kelompok 44 UINSA Desa Klenang Kidul, sosialisasi ini bukan hanya ditujukan untuk kalangan pesantren saja, tetapi juga sebagai langkah strategis menyebarkan edukasi ke masyarakat luas. Para santri diharapkan menjadi perpanjangan tangan dalam menyuarakan pentingnya menunda pernikahan di usia remaja serta menyadarkan masyarakat akan bahaya stunting.

“Kami memilih tema ini karena masih tingginya angka pernikahan dini di wilayah Klenang Kidul. Santri sebagai pelajar sekaligus bagian dari masyarakat diharapkan dapat membawa informasi ini ke luar lingkungan pesantren,” terang salah satu mahasiswa KKN.

Kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, institusi pemerintah, dan tokoh masyarakat dalam mengatasi persoalan sosial yang kompleks. Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi yang kuat antara generasi muda dan otoritas lokal untuk menciptakan generasi sehat dan berdaya saing.

Dengan pendekatan yang edukatif, interaktif, dan religius, sosialisasi ini berhasil menggugah kesadaran remaja akan pentingnya merencanakan masa depan yang matang dan sehat. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di daerah-daerah lain yang memiliki tingkat pernikahan dini dan stunting tinggi.

Penulis : Januar Junior | UIN Sunan Ampel Surabaya

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi
Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta
Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo
Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas
Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry
Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa
Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan
Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:00 WIB

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi

Senin, 6 Juli 2026 - 13:02 WIB

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:29 WIB

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:59 WIB

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:38 WIB

Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry

Berita Terbaru