Dari Gulma Jadi Solusi, Mahasiswa UNS Dorong Pertanian Berkelanjutan di Boyolali

- Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) berfoto bersama warga Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, usai kegiatan Sosialisasi Pembelajaran Berdampak bertema pemanfaatan eceng gondok Waduk Cengklik sebagai pupuk organik cair (POC) untuk mendukung pertanian berkelanjutan, Kamis (11/12/2025). Foto: pribadi

Tim mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) berfoto bersama warga Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, usai kegiatan Sosialisasi Pembelajaran Berdampak bertema pemanfaatan eceng gondok Waduk Cengklik sebagai pupuk organik cair (POC) untuk mendukung pertanian berkelanjutan, Kamis (11/12/2025). Foto: pribadi

Boyolali, Sorotnesia.com – Keberadaan eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai gulma pengganggu di Waduk Cengklik, Boyolali, mendapat penanganan berbeda dari mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS). Melalui program Pembelajaran Berdampak skema Membangun Desa, tanaman air tersebut diolah menjadi pupuk organik cair (POC) yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Program ini dilaksanakan di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, pada 11 Desember 2025. Kegiatan berlangsung selama empat bulan dengan pendekatan berbasis praktik dan pemberdayaan warga. Tim mahasiswa dipimpin Bayu Akbarul Ikhsan dari Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik UNS, di bawah bimbingan Dr. Ir. Joko Waluyo, S.T., M.T.

Alih-alih memandang eceng gondok semata sebagai masalah lingkungan, tim mahasiswa melihat potensi ekonominya. Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali di Waduk Cengklik selama ini memicu pendangkalan dan mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Kondisi itu justru menjadi titik awal inovasi pengolahan limbah hayati menjadi produk pertanian ramah lingkungan.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNS 74 Dorong Pengendalian Hama Terpadu di Desa Gunungsari Magelang
Seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) menyerahkan contoh pupuk organik cair hasil olahan eceng gondok Waduk Cengklik kepada warga Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan eceng gondok sebagai inovasi pertanian berkelanjutan, Rabu (11/12/2025). Foto: pribadi
Seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) menyerahkan contoh pupuk organik cair hasil olahan eceng gondok Waduk Cengklik kepada warga Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan eceng gondok sebagai inovasi pertanian berkelanjutan, Rabu (11/12/2025). Foto: pribadi

Bayu mengatakan, program ini dirancang tidak hanya untuk menghasilkan produk pupuk, tetapi juga menanamkan kesadaran pengelolaan lingkungan kepada masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan yang dianggap tidak berguna bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi petani,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bersama warga mengumpulkan eceng gondok dari waduk, lalu mengolahnya melalui proses pencacahan dan fermentasi menggunakan EM4. Proses ini menghasilkan pupuk organik cair yang siap digunakan untuk mendukung pertanian lokal. Setelah itu, pupuk dikemas agar mudah diaplikasikan dan disimpan.

Aspek edukasi menjadi bagian penting dari program tersebut. Tim mahasiswa mengadakan pelatihan pembuatan POC secara mandiri, sekaligus memberikan pendampingan terkait penggunaan pupuk pada tanaman. Selain itu, warga juga diperkenalkan pada strategi pemasaran sederhana berbasis digital, termasuk pemanfaatan media sosial dan marketplace.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN-T UNS Kelompok 100 Latih Warga Desa Sanggrahan Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Kopi
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) menyerahkan cenderamata kepada perwakilan Desa Ngargorejo pada kegiatan pemanfaatan eceng gondok menjadi pupuk organik cair di Waduk Cengklik, Boyolali. Foto: pribadi
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) menyerahkan cenderamata kepada perwakilan Desa Ngargorejo pada kegiatan pemanfaatan eceng gondok menjadi pupuk organik cair di Waduk Cengklik, Boyolali. Foto: pribadi

Dosen pembimbing, Joko Waluyo, menilai pendekatan ini relevan dengan tantangan pertanian saat ini. Menurut dia, keterlibatan mahasiswa di lapangan mendorong lahirnya solusi nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Ini bukan sekadar praktik akademik, tetapi pembelajaran sosial dan lingkungan yang utuh,” katanya.

Bagi warga Desa Ngargorejo, program tersebut memberi alternatif baru dalam memenuhi kebutuhan pupuk sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.

Penggunaan pupuk organik cair dari eceng gondok diharapkan mampu menekan ketergantungan pada pupuk kimia dan mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Produk hasil kegiatan ini juga berpeluang dipasarkan lebih luas sebagai komoditas ramah lingkungan.

Penulis : Bayu Akbarul Ikhsan | UNS

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Hasil Panen untuk Kebun, PKK Desa Pager Rawat TOGA dan Bangun Kemandirian Warga
KKN Literasi 123 UNS Dorong Digitalisasi UMKM dan Penguatan Karakter Anak di Desa Sedayu
Mahasiswa KKN Undip Dorong Desa Penangkan Lebih Informatif lewat Media Visual dan Komunikasi
Dari Lahan hingga Literasi Keuangan, KKN-PPM 18 UMBY Dorong Warga Dusun Bono Lebih Mandiri Penuhi Kebutuhan Pangan
KKN 154 UNS Kenalkan Vertical Garden dan Ecoprint kepada Siswa SDN Pucangrejo
HUT ke-81 RI, Ketua GEMABUDHI Jambi Ajak Generasi Muda Buddhis Perkuat Persatuan dan Kontribusi bagi Bangsa
Bank Sampah Jadi Upaya KKN UIN Walisongo Dorong Warga Pedalangan Kelola Sampah
KKN 233 UNS 2026 Desa Sumberharjo Kapanewon Prambanan Perkuat  Produktivitas Pertanian Berkelanjutan melalui Pemberdayaan Kelompok Tani dengan Inovasi Alat Tabur Pupuk Berbahan Pipa PVC

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Dari Hasil Panen untuk Kebun, PKK Desa Pager Rawat TOGA dan Bangun Kemandirian Warga

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:05 WIB

KKN Literasi 123 UNS Dorong Digitalisasi UMKM dan Penguatan Karakter Anak di Desa Sedayu

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Mahasiswa KKN Undip Dorong Desa Penangkan Lebih Informatif lewat Media Visual dan Komunikasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:33 WIB

Dari Lahan hingga Literasi Keuangan, KKN-PPM 18 UMBY Dorong Warga Dusun Bono Lebih Mandiri Penuhi Kebutuhan Pangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:41 WIB

KKN 154 UNS Kenalkan Vertical Garden dan Ecoprint kepada Siswa SDN Pucangrejo

Berita Terbaru