Tim KKN-Tematik UNDIP Bangun Sistem Pemetaan Digital untuk Perkuat Ketahanan Bencana Desa Gulon

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim 39 KKN-Tematik Universitas Diponegoro berfoto bersama usai menyerahkan peta jalur evakuasi dan mitigasi bencana berbasis GIS di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Foto: M. Fatikh

Tim 39 KKN-Tematik Universitas Diponegoro berfoto bersama usai menyerahkan peta jalur evakuasi dan mitigasi bencana berbasis GIS di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Foto: M. Fatikh

Magelang, Sorotnesia.com – Upaya penguatan mitigasi bencana di wilayah rawan erupsi Gunung Merapi terus dilakukan salah satunya di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Tim 39 Kuliah Kerja Nyata (KKN)-Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan sistem pemetaan digital berbasis Geographic Information System (GIS) untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Desa Gulon terhadap potensi bencana.

Program ini mengusung tema Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Peningkatan Ketahanan Desa terhadap Bencana Erupsi Merapi. Selama pelaksanaan KKN, tim mahasiswa bekerja bersama perangkat desa dan warga untuk menyusun berbagai instrumen mitigasi yang berbasis data geografis dan kebutuhan lapangan.

Salah satu luaran utama program tersebut adalah peta jalur aliran lahar erupsi Gunung Merapi. Peta ini memuat gambaran wilayah rawan terdampak aliran lahar dingin dan panas yang berpotensi mengancam permukiman warga. Berdasarkan pemetaan tersebut, tim kemudian menyusun peta jalur evakuasi terbaru Desa Gulon yang dirancang lebih adaptif terhadap kondisi geografis desa.

Barcode WebGIS. Foto: M. Fatikh
Barcode WebGIS. Foto: M. Fatikh

Untuk memperluas akses informasi, seluruh peta yang telah disusun dikembangkan dalam bentuk WebGIS. Melalui platform digital ini, masyarakat dapat mengakses informasi jalur evakuasi secara daring melalui link https://www.jalurevakuasigulon.com/ yang disediakan tim KKN. Akses tersebut juga dilengkapi dengan barcode yang dapat dipindai menggunakan telepon pintar, sehingga memudahkan warga memperoleh informasi secara cepat saat kondisi darurat.

Baca Juga :  KKN UNS Tematik Literasi 349 dan Pemdes Sumberejo Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting dengan Pendekatan Literasi Gizi dan Pola Asuh
Merapi Alert. Foto: M. Fatikh
Merapi Alert. Foto: M. Fatikh

Selain pemetaan digital, tim KKN-Tematik UNDIP juga menyusun modul kebencanaan bertajuk Merapi Alert. Modul ini berisi informasi teknis mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan warga saat terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Di dalamnya tercantum gambaran umum kondisi Desa Gulon, potensi risiko bencana, serta visualisasi seluruh peta evakuasi dan jalur aliran lahar yang telah disusun.

Rambu titik kumpul evakuasi. Foto: M. Fatikh
Rambu titik kumpul evakuasi. Foto: M. Fatikh

Penguatan mitigasi juga dilakukan melalui pembaruan infrastruktur penunjang keselamatan. Tim mengganti rambu titik kumpul yang telah rusak dan memasang rambu baru di sejumlah lokasi strategis yang sebelumnya belum memiliki penanda evakuasi. Langkah ini ditujukan untuk memastikan warga memiliki panduan visual yang jelas saat harus melakukan evakuasi mandiri.

Seluruh proses pemetaan dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak ArcGIS dan QGIS. Penggunaan teknologi ini memungkinkan penyusunan peta dengan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga jalur evakuasi dan wilayah rawan bencana dapat dipetakan secara detail dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Pada 21 Januari 2026, tim KKN menyelenggarakan forum diskusi kelompok terarah atau Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan perwakilan warga serta perangkat desa, termasuk kepala dusun, kepala wilayah, dan ketua RT/RW. Dalam forum tersebut, warga menyampaikan masukan terkait kondisi lapangan, akses jalan, serta titik-titik yang dinilai aman untuk evakuasi.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menjadi POC dan Kompos, Sekaligus Aktif di Posyandu Plamongansari
Forum Group Discussion (FGD). Foto: M. Fatikh
Forum Group Discussion (FGD). Foto: M. Fatikh

Masukan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar penyempurnaan peta dan modul kebencanaan agar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Pendekatan partisipatif ini dinilai penting untuk memastikan bahwa produk mitigasi yang dihasilkan tidak hanya akurat secara teknis, tetapi juga aplikatif dalam situasi darurat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sosialisasi hasil akhir pada 31 Januari 2026. Dalam kegiatan tersebut, tim KKN menyerahkan modul Merapi Alert dan peta evakuasi secara simbolis kepada pemerintah desa. Sosialisasi juga menjadi sarana edukasi bagi warga untuk memahami jalur evakuasi dan prosedur keselamatan yang telah disusun.

Tim menyerahkan secara simbolis modul “Merapi Alert” dan peta evakuasi kepada pemerintah desa. Foto: M. Fatikh
Tim menyerahkan secara simbolis modul “Merapi Alert” dan peta evakuasi kepada pemerintah desa. Foto: M. Fatikh

Pemerintah Desa Gulon menyambut positif program tersebut. Keberadaan peta dan modul kebencanaan dinilai membantu desa dalam memperkuat sistem mitigasi bencana, sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi erupsi Merapi.

Program ini juga mendukung upaya Desa Gulon sebagai bagian dari desa penyangga dalam skema Sister Village untuk evakuasi bencana gunung berapi. Dengan sistem pemetaan yang lebih tertata, Desa Gulon diharapkan mampu menjalankan peran strategis dalam sistem tanggap darurat kawasan Merapi.

Melalui program ini, Tim KKN-Tematik UNDIP menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendukung pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun desa yang lebih tangguh menghadapi ancaman bencana alam.


Penulis : Benedictus Halleyando Muji

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta
Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo
Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas
Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry
Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa
Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan
Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa
FKIP UNS Dorong Transformasi Pembelajaran Digital di SD melalui Pelatihan Guru Cilacap Utara

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 13:02 WIB

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:29 WIB

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:59 WIB

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:38 WIB

Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:14 WIB

Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa

Berita Terbaru