Gowa, Sorotnesia.com – Menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026, Pembimbing Masyarakat (Bimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Guru Agama Buddha Indonesia (DPD PERGABI) Sulawesi Selatan dan Dewan Pengurus Daerah Gerakan Pemuda Buddhis Indonesia (DPD GEMABUDHI) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan pembinaan kreativitas bagi anak-anak asuh Yayasan Ratanajoti Mawang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Waisak 2026. Tidak hanya menghadirkan aktivitas kreatif, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kemandirian, dan pendidikan karakter kepada anak-anak.
Sejak pagi, para pengurus yayasan, guru agama Buddha, pemuda Buddhis, dan anak-anak asuh tampak berbaur di area gazebo terbuka. Dengan memanfaatkan berbagai bahan sederhana seperti kertas, gunting, dan perlengkapan prakarya lainnya, mereka bersama-sama membuat berbagai hasil karya kreatif.
Kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar sebagai pengisi waktu menjelang perayaan Waisak. Lebih dari itu, para peserta diajak untuk mengembangkan keterampilan, melatih kesabaran, serta membangun semangat kerja sama melalui aktivitas yang menyenangkan dan edukatif.
Ketua Yayasan Ratanajoti Mawang, Mantang Kurnia, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan berbagai unsur umat Buddha di Sulawesi Selatan kepada anak-anak asuh yayasan.
Menurutnya, kehadiran para tokoh agama, guru, dan pemuda Buddhis memberikan semangat baru bagi anak-anak yang selama ini menjalani pembinaan di yayasan tersebut.
“Kami sangat berbahagia dan berterima kasih atas perhatian yang luar biasa ini. Bagi anak-anak asuh di Yayasan Ratanajoti Mawang, kegiatan aksi kreativitas ini menjadi oase yang memicu semangat baru. Mereka tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga merasakan kehangatan keluarga besar Buddhis Sulawesi Selatan menjelang Waisak. Kami berharap bekal kreativitas ini menumbuhkan rasa percaya diri mereka untuk masa depan,” ungkap Mantang Kurnia di sela-sela kegiatan.
Hal senada disampaikan perwakilan DPD PERGABI Sulawesi Selatan, Joko Tri Santoso, S.Pd.B. Ia menilai pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan kreativitas menjadi salah satu metode efektif dalam membentuk karakter anak sejak dini.
Menurut Joko, proses sederhana seperti memotong, melipat, dan merangkai bahan prakarya sesungguhnya mengandung nilai pendidikan yang penting, mulai dari melatih ketekunan hingga membangun kemampuan bekerja sama.
“Melalui sentuhan seni dan kreativitas, kami para guru di bawah payung PERGABI ingin menyampaikan pesan-pesan Dhamma secara aplikatif. Memotong, melipat, dan merangkai karya ini melatih kesabaran, kefokusan, dan gotong royong yang menjadi inti dari ajaran Buddha. Sinergi bersama Bimas Buddha dan rekan-rekan muda GEMABUDHI membuktikan bahwa pendidikan karakter terbaik adalah dengan hadir langsung dan memberikan teladan nyata,” ujar Joko Tri Santoso.
Sementara itu, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Sumarjo, S.Ag., M.M., yang turut hadir memantau jalannya kegiatan memberikan apresiasi terhadap kolaborasi yang terjalin antara unsur pemerintah, organisasi profesi guru, dan organisasi kepemudaan Buddhis.
Ia menegaskan bahwa semangat Waisak tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama generasi muda.
“Pemerintah, dalam hal ini Bimas Buddha Sulsel, senantiasa mendukung penuh gerakan-gerakan positif yang menyentuh akar rumput, khususnya pembinaan anak-anak kita di Yayasan Ratanajoti Mawang. Apa yang digerakkan oleh PERGABI dan disokong oleh energi muda GEMABUDHI Sulsel hari ini adalah cerminan indahnya kebersamaan. Menjelang Waisak 2026, mari kita terus tebarkan kebahagiaan dan kepedulian. Kreativitas yang lahir dari tangan anak-anak kita hari ini adalah fondasi bagi kokohnya generasi Buddhis Sulawesi Selatan yang cerdas dan berkarakter di masa depan,” tegas Sumarjo.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antarorganisasi dalam mendukung pembinaan generasi muda Buddhis. Kehadiran para pemuda yang tergabung dalam GEMABUDHI Sulawesi Selatan menjadi bukti bahwa peran generasi muda tidak hanya terbatas pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga hadir secara langsung dalam berbagai aksi sosial dan pendidikan.
Melalui kolaborasi antara Bimas Buddha, PERGABI, dan GEMABUDHI, semangat kebersamaan yang menjadi salah satu nilai utama perayaan Waisak 2026 diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang menyentuh kehidupan anak-anak. Dari tangan-tangan kecil yang belajar berkreasi, tumbuh harapan akan lahirnya generasi Buddhis Sulawesi Selatan yang lebih percaya diri, kreatif, serta memiliki karakter yang kuat di masa mendatang.
Penulis : Justine Sun
Editor : Fadli Akbar









