Makassar, Krajan.id – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) Sulawesi Selatan mengajak seluruh organisasi dan komunitas pemuda Buddhis untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah sukarela. Ajakan tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran PD PERMABUDHI Sulawesi Selatan Nomor B.101/Permabudhi/Sulsel/VII/2026 tentang Imbauan Pelaksanaan Kegiatan Donor Darah Sukarela.
Surat edaran tersebut diterbitkan sebagai respons terhadap permohonan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Makassar yang melaporkan menurunnya persediaan darah di Sulawesi Selatan. Di sisi lain, kebutuhan darah untuk pasien di berbagai rumah sakit masih tergolong tinggi sehingga diperlukan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Berdasarkan data UTD PMI Kota Makassar per 16 Juli 2026, stok darah yang tersedia tercatat sebanyak 513 kantong. Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai organisasi masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan Buddhis, untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.
Bagi GEMABUDHI Sulawesi Selatan, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk pengamalan nilai-nilai luhur Buddhisme, yakni dāna (kemurahan hati), karuṇā (welas asih), serta semangat melayani sesama tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan.
Ketua DPD GEMABUDHI Sulawesi Selatan, Enrique Justine Sun, S.Kom., mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, menurunnya stok darah merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian bersama.
“Kita mungkin tidak mengenal siapa yang akan menerima darah yang kita donorkan. Namun kita tahu satu hal, bahwa setetes darah yang kita berikan dapat menjadi alasan seseorang tetap memiliki kesempatan untuk hidup. Itulah makna sejati kemanusiaan,” kata Enrique.
Ia menilai organisasi kepemudaan tidak hanya berperan sebagai wadah pembinaan generasi muda, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan manfaat nyata melalui berbagai kegiatan sosial yang berkelanjutan.
“Sudah saatnya organisasi pemuda Buddhis tidak hanya dikenal karena aktivitas internalnya, tetapi juga karena kontribusi nyata bagi masyarakat. Kepedulian harus menjadi identitas, pelayanan harus menjadi budaya, dan kemanusiaan harus menjadi arah setiap langkah pengabdian kita,” ujarnya.
Enrique menjelaskan bahwa semangat donor darah sejalan dengan ajaran Buddha yang mengedepankan pengorbanan tanpa pamrih demi kesejahteraan makhluk hidup. Karena itu, aksi donor darah dinilai sebagai salah satu bentuk kebajikan yang memiliki dampak langsung bagi keselamatan sesama.
“Sang Buddha mengajarkan bahwa kebajikan terbesar lahir ketika kita mampu memberi tanpa mengharapkan balasan. Donor darah adalah salah satu bentuk dāna yang paling mulia karena bukan hanya memberikan sesuatu yang kita miliki, tetapi memberikan harapan bagi kehidupan orang lain,” katanya.
Melalui imbauan tersebut, DPD GEMABUDHI Sulawesi Selatan juga mengajak seluruh Organisasi Pemuda Buddhis, komunitas pemuda Buddhis, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Buddhis, hingga pemuda-pemudi Buddhis di vihara, cetiya, dan klenteng untuk berkolaborasi dengan PMI maupun lembaga terkait dalam menyelenggarakan kegiatan donor darah secara berkala sesuai dengan kesiapan di masing-masing daerah.
Menurut Enrique, gerakan kemanusiaan seperti donor darah perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar menjadi budaya yang tumbuh secara berkelanjutan. Dengan demikian, kepedulian terhadap sesama tidak hanya hadir pada momentum tertentu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.
“Jangan pernah mengukur besarnya sebuah kebaikan dari seberapa besar yang kita berikan. Ukurlah dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh orang lain. Setetes darah mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi seorang pasien, itu bisa menjadi awal kehidupan yang baru. Ketika banyak tangan memilih untuk memberi, maka banyak nyawa memiliki kesempatan untuk kembali tersenyum,” tutur Enrique.
Melalui siaran pers tersebut, DPD GEMABUDHI Sulawesi Selatan berharap seluruh pemuda Buddhis dapat menjadikan momentum ini sebagai gerakan bersama untuk memperkuat solidaritas sosial, memperluas semangat gotong royong, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Organisasi ini juga menegaskan bahwa aksi donor darah merupakan bentuk kepedulian yang melampaui perbedaan identitas. Saat seseorang membutuhkan darah, yang dibutuhkan bukan latar belakang agama, suku, ataupun golongan, melainkan kesediaan sesama untuk membantu. Karena itu, GEMABUDHI Sulawesi Selatan mengajak generasi muda untuk menghadirkan perubahan melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi kehidupan orang lain.
Penulis : Ananda Suryadi
Editor : Anisa Putri









