Semarang, Sorotnesia.com – Pemerintah Kabupaten Semarang secara resmi menerima 960 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Selasa (21/7/2026). Selain itu, sebanyak 10 mahasiswa KKN kolaboratif dari UIN Saizu turut bergabung dalam program pengabdian tersebut.
Para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian masyarakat di enam kecamatan yang tersebar dalam 64 posko. Program KKN berlangsung mulai 21 Juli hingga 3 September 2026 dengan fokus mendukung pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa.
Adapun enam kecamatan yang menjadi lokasi penempatan mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo ke-22 meliputi Kecamatan Ungaran Timur, Pringapus, Bawen, Tuntang, Jambu, dan Banyubiru.
Bupati Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha, menyambut baik kehadiran para mahasiswa KKN. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa maupun kelurahan.
“Kami mengucap terima kasih dengan kehadiran para mahasiswa KKN ini. Kehadiran kalian akan sangat membantu masyarakat yang ada di desa atau kelurahan di Kabupaten Semarang,” ujar Ngesti saat apel penerimaan mahasiswa KKN di Rumah Dinas Bupati Semarang.
Ia mengajak para mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah, terutama melalui pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurutnya, ide-ide serta inovasi yang dibawa mahasiswa dapat menjadi nilai tambah bagi masyarakat desa.
“Dengan adanya pengabdian para mahasiswa KKN ini, saya harap dapat membantu dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata di desa melalui edukasi serta inovasi. Harapannya ini dapat membantu masyarakat desa untuk semakin maju dan sejahtera,” katanya.
Selain mendorong pengembangan potensi ekonomi desa, Ngesti juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada generasi muda. Ia berharap keberadaan mahasiswa KKN dapat memotivasi pelajar agar memiliki semangat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Kami berharap, pengabdian mahasiswa ini dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak muda untuk mengedukasi serta memotivasi agar melanjutkan pendidikannya hingga ke bangku perkuliahan dan mensosialisasikan agar menjauhi narkoba,” tambahnya.
Senada dengan itu, Rektor UIN Walisongo, Musahadi, mengingatkan para mahasiswa agar menjalankan program KKN dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
“Laksanakan KKN ini dengan sepenuh hati dan jiwa, jangan menganggap program ini sebatas untuk menggugurkan kewajiban akademik untuk lulus,” tegas Musahadi.
Sementara itu, Koordinator KKN MIT Posko 6 Desa Leyangan, Umar, mengaku bersyukur atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Semarang. Menurutnya, penerimaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh anggota tim untuk menjalankan pengabdian secara optimal.
“Syukur Alhamdulillah kami telah diterima dengan baik dan merasa lebih termotivasi untuk menjalankan program pengabdian di Desa Leyangan,” ujarnya.
Umar menjelaskan bahwa program kerja yang telah disusun timnya dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat di Desa Leyangan. Meski demikian, pelaksanaan program tetap bersifat fleksibel agar dapat menyesuaikan kondisi dan dinamika di lapangan.
“Program yang telah kami susun telah dimaksimalkan untuk dapat menyesuaikan dan memenuhi kebutuhan di masyarakat, terutama di Desa Leyangan. Namun program tersebut masih dapat menyesuaikan kembali dengan melihat perkembangan situasi di lapangan,” katanya.
Ia berharap seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat selama masa pengabdian berlangsung.
“Selama pengabdian ini, saya berharap program-program yang telah tersusun dapat memberikan manfaat dan dalam pelaksanaannya semoga diberikan kemudahan,” tutup Umar.
Melalui pelaksanaan KKN ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pembangunan desa berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Semarang.
Penulis : Hikam | KKN MIT UIN Walisongo
Editor : Intan Permata









