Mahasiswa KKN UINSA Dampingi UMKM Desa Jabung Bangun Jejak Digital dan Perkuat Legalitas Usaha

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Ampel Surabaya Kelompok 81 mendampingi pelaku UMKM di Desa Jabung, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, dalam memperkuat eksistensi usaha di era digital. Melalui pendampingan pembuatan lokasi usaha di Google Maps serta pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), mahasiswa membantu pelaku usaha meningkatkan visibilitas sekaligus memperkuat legalitas usahanya. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital UMKM desa agar semakin mudah diakses pelanggan dan siap berkembang secara berkelanjutan.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Ampel Surabaya Kelompok 81 mendampingi pelaku UMKM di Desa Jabung, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, dalam memperkuat eksistensi usaha di era digital. Melalui pendampingan pembuatan lokasi usaha di Google Maps serta pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), mahasiswa membantu pelaku usaha meningkatkan visibilitas sekaligus memperkuat legalitas usahanya. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital UMKM desa agar semakin mudah diakses pelanggan dan siap berkembang secara berkelanjutan.

Lamongan, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Kelompok 81 mendampingi pelaku UMKM di Desa Jabung, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, dalam memperkuat keberadaan usaha di ruang digital sekaligus meningkatkan aspek legalitas usaha melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Program yang berlangsung pada 2–4 Juli 2026 itu menyasar 21 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang sebagian besar bergerak di sektor makanan dan minuman. Selain itu, terdapat usaha lain seperti warung sembako, penjual sayur, jasa laundry, fotokopi, servis telepon seluler, hingga pertamini.

Pendampingan dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah maupun tempat usaha milik warga. Metode door to door dipilih agar mahasiswa dapat memahami kebutuhan masing-masing pelaku usaha sekaligus memberikan pendampingan yang lebih personal.

Dalam setiap kunjungan, mahasiswa membantu pelaku usaha membuat maupun memperbarui titik lokasi usaha di Google Maps. Setelah proses tersebut selesai, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai manfaat kepemilikan NIB serta menawarkan pendampingan bagi pelaku usaha yang berminat mengurus legalitas usahanya.

Koordinator Divisi Acara KKN Kelompok 81, Muhammad Syaiful Bahri, mengatakan pendekatan langsung dipilih agar komunikasi dengan masyarakat berlangsung lebih efektif dan tidak menimbulkan kesan memaksa.

“Kami sengaja datang langsung supaya paham kebutuhan masing-masing. Titik lokasi di Google Maps kami urus dulu, baru kami jelaskan soal NIB. Tidak semua langsung mau, dan itu wajar. Kami hormati saja pertimbangan mereka,” kata Muhammad Syaiful Bahri.

Pendataan yang dilakukan menunjukkan bahwa digitalisasi usaha di Desa Jabung sebenarnya telah mulai berkembang. Dari 21 pelaku usaha yang didampingi, sebanyak 12 usaha telah memiliki titik lokasi di Google Maps sebelum program KKN berlangsung.

Sementara itu, sembilan usaha lainnya belum memiliki lokasi digital. Mahasiswa kemudian membantu proses pembuatan titik lokasi, melengkapi informasi usaha, serta memastikan data yang ditampilkan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Selama proses pendampingan, suasana berlangsung santai dan komunikatif. Sebagian pelaku usaha mendampingi mahasiswa dari teras rumah, sementara lainnya tetap melayani pelanggan sambil berdiskusi mengenai cara kerja Google Maps.

Tidak sedikit warga yang baru mengetahui bahwa usaha mereka dapat ditampilkan di mesin pencarian sehingga lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan maupun layanan pengantaran.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNS 128 Gandeng BTN Solo Adakan Saku Pintar di SMP N 18 Surakarta

Salah seorang pelaku usaha, Mira Jaya, pemilik toko sembako di RT 07 Desa Jabung, mengaku baru memahami manfaat Google Maps bagi usahanya setelah mendapatkan pendampingan dari mahasiswa.

“Biasanya kalau ada orang luar desa nanya lokasi, saya jelaskan panjang lebar. Sekarang tinggal kirim titik lokasinya saja, lebih gampang,” ujarnya.

Selain memperkuat jejak digital, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya legalitas usaha melalui kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Berdasarkan hasil pendataan, hanya tiga dari 21 pelaku usaha yang telah memiliki NIB sebelum program pendampingan dilaksanakan.

Melalui pendampingan selama tiga hari, mahasiswa berhasil membantu tujuh pelaku usaha memperoleh NIB. Adapun 11 pelaku usaha lainnya memilih belum mengurus legalitas usaha karena berbagai pertimbangan.

Pendampingan dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Mahasiswa membantu memeriksa kelengkapan dokumen, mendampingi proses pengisian data, hingga memastikan NIB berhasil diterbitkan bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.

Namun demikian, respons masyarakat terhadap pengurusan NIB tidak sepenuhnya sama dengan antusiasme mereka dalam membuat titik lokasi usaha di Google Maps.

Sebagian pelaku usaha, terutama yang telah berusia lanjut, mengaku belum terbiasa menggunakan layanan berbasis digital. Mereka juga menilai usaha yang selama ini dijalankan tetap dapat beroperasi meskipun belum memiliki dokumen legalitas.

Atas kondisi tersebut, mahasiswa memilih mengedepankan pendekatan persuasif. Penjelasan mengenai manfaat NIB tetap diberikan, sementara keputusan akhir sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing pemilik usaha.

Muhammad Syaiful Bahri menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar mengejar jumlah penerbitan NIB, melainkan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya legalitas usaha dan pemanfaatan teknologi digital.

“Kami sengaja datang langsung supaya paham kebutuhan masing-masing. Titik lokasi di Google Maps kami urus dulu, baru kami jelaskan soal NIB. Tidak semua langsung mau, dan itu wajar. Kami hormati saja pertimbangan mereka,” katanya.

Salah seorang pelaku usaha yang akhirnya memutuskan mengurus NIB adalah Siti Nuris Soimah, pemilik Warung Mbah Karmi.

Ia mengaku sempat ragu karena menganggap proses pengurusan dokumen tersebut rumit. Namun, setelah memperoleh pendampingan dari mahasiswa, prosesnya ternyata lebih mudah daripada yang dibayangkan.

“Kirain ribet urusannya. Setelah dijelaskan dan dibantu isi datanya, ternyata tidak serumit yang saya bayangkan. Sekarang lebih tenang, usaha saya sudah ada suratnya,” ujar Siti Nuris Soimah.

Keberadaan Google Maps dan NIB dinilai memiliki manfaat yang saling melengkapi bagi pelaku usaha.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNS Gaungkan Edukasi Gizi dan Kemandirian Pangan di Jogotirto

Melalui Google Maps, lokasi usaha menjadi lebih mudah ditemukan pelanggan, kurir, maupun masyarakat dari luar desa. Sementara itu, kepemilikan NIB memberikan kepastian legalitas yang dapat menjadi syarat apabila pelaku usaha ingin mengikuti berbagai program pembinaan, pelatihan, maupun pemberdayaan dari pemerintah pada masa mendatang.

Program pendampingan ini juga memperlihatkan bahwa proses transformasi digital di tingkat desa memerlukan pendekatan yang bertahap.

Bagi sebagian masyarakat, penggunaan layanan digital masih menjadi sesuatu yang baru. Karena itu, komunikasi secara langsung menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan sekaligus memberikan pemahaman mengenai manfaat teknologi bagi keberlangsungan usaha.

Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, mahasiswa tidak hanya membantu aspek administratif, tetapi juga membuka ruang dialog dengan pelaku usaha mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha sehari-hari.

Diskusi sederhana yang berlangsung di depan warung, toko kelontong, maupun teras rumah menjadi sarana berbagi informasi mengenai pemasaran digital, akses legalitas usaha, hingga peluang pengembangan usaha di masa depan.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke salah satu toko kelontong di ujung Desa Jabung menjelang waktu magrib. Pemilik usaha saat itu memilih hanya meminta bantuan pembuatan titik lokasi di Google Maps, sementara pengurusan NIB diputuskan untuk dipertimbangkan pada kesempatan berikutnya.

Bagi mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya Kelompok 81, hasil pendampingan tidak semata diukur dari jumlah titik lokasi yang berhasil dibuat atau banyaknya NIB yang diterbitkan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan masyarakat dengan layanan digital sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya legalitas usaha sebagai fondasi pengembangan UMKM yang lebih berdaya saing.

Dengan pendekatan yang mengedepankan dialog dan pendampingan langsung, mahasiswa berharap pelaku usaha di Desa Jabung semakin siap memanfaatkan teknologi digital serta memiliki akses yang lebih luas terhadap berbagai program pemberdayaan ekonomi pada masa mendatang.

Penulis : Divani 'Aina Nurlita / Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Outbound di Kendal Tutup Rangkaian MATAMUDA MI Muhammadiyah 11 Jabung, Perkuat Kekompakan Siswa Baru
Mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Perkuat Branding Tiga UMKM Unggulan di Jambangan untuk Tingkatkan Daya Saing
960 Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Diterima di Kabupaten Semarang, Siap Jalankan Pengabdian di 64 Posko
Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi
Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta
Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo
Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas
Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:00 WIB

Mahasiswa KKN UINSA Dampingi UMKM Desa Jabung Bangun Jejak Digital dan Perkuat Legalitas Usaha

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:13 WIB

Outbound di Kendal Tutup Rangkaian MATAMUDA MI Muhammadiyah 11 Jabung, Perkuat Kekompakan Siswa Baru

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:25 WIB

Mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Perkuat Branding Tiga UMKM Unggulan di Jambangan untuk Tingkatkan Daya Saing

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:00 WIB

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi

Senin, 6 Juli 2026 - 13:02 WIB

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

Berita Terbaru