Rancang Pengembangan Wisata Hutan Bambu, Mahasiswa KKN Susun Blue Print Potensi Wisata Berkelanjutan Desa Sumberdem

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perancangan Blueprint Wisata Hutan Bambu Kampung Deling oleh Mahasiswa KKN 179 UNS. Foto: Dok. Pribadi/KKN 179 UNS

Perancangan Blueprint Wisata Hutan Bambu Kampung Deling oleh Mahasiswa KKN 179 UNS. Foto: Dok. Pribadi/KKN 179 UNS

Sumberdem, Sorotnesia.com – Pengembangan Wisata Hutan Bambu di Desa Sumberdem mulai diarahkan pada perencanaan yang lebih terstruktur. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 179 menyusun blue print pengembangan wisata sebagai tindak lanjut dari proses observasi dan identifikasi potensi Kampung Deling yang telah dilakukan sebelumnya.

Program bertajuk “Perancangan Pengembangan Wisata Hutan Bambu untuk Menumbuhkan Ekonomi Kreatif Lokal sebagai Langkah Penguatan Potensi Desa Wisata Berkelanjutan melalui Kemitraan Multi-Stakeholder di Desa Sumberdem” tersebut menjadi tahap lanjutan dalam mengolah temuan lapangan menjadi rancangan pengembangan yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah desa.

Tahap sebelumnya berfokus pada pengumpulan informasi melalui wawancara dengan sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) serta observasi terhadap potensi yang dimiliki Desa Sumberdem. Informasi tersebut kemudian diolah kembali untuk memetakan peluang pengembangan kawasan Hutan Bambu sebagai salah satu potensi wisata desa.

Alih-alih berhenti pada proses identifikasi, mahasiswa KKN membawa hasil pengumpulan data tersebut ke tahap perancangan. Berbagai temuan dari lapangan dianalisis untuk melihat potensi, peluang pengembangan, serta aspek pendukung yang diperlukan dalam membentuk kawasan wisata Hutan Bambu.

Proses tersebut menjadi penting karena pengembangan kawasan wisata tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan suatu lokasi sebagai destinasi. Rancangan yang disusun mahasiswa juga mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif lokal sebagai bagian dari keberlanjutan potensi wisata.

Dalam penyusunannya, mahasiswa KKN berupaya menerjemahkan hasil identifikasi potensi menjadi gambaran pengembangan yang lebih konkret. Rancangan tersebut memperhatikan kondisi dan potensi yang telah ditemukan di Desa Sumberdem serta peluang keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaannya.

Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari proses pengembangan. Dengan demikian, Hutan Bambu tidak semata-mata dipandang sebagai kawasan yang memiliki nilai lingkungan, tetapi juga sebagai potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Wisata Religi Sunan Ampel: Jejak Sejarah Islam di Surabaya

Hasil pengolahan data dan perancangan kemudian dituangkan dalam blue print pengembangan Wisata Hutan Bambu. Dokumen tersebut menjadi keluaran utama program kerja mahasiswa KKN sekaligus gambaran awal mengenai arah pengembangan kawasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Desa Sumberdem.

Blue print itu tidak ditempatkan sebagai hasil akhir pembangunan kawasan wisata. Dokumen tersebut menjadi pijakan awal yang masih dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan desa serta kondisi aktual di lapangan. Posisi ini memungkinkan pemerintah desa dan pihak terkait untuk mempertimbangkan kembali rancangan sesuai dengan prioritas dan kemampuan pengembangan yang dimiliki.

Program perancangan tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan Observasi dan Identifikasi Potensi Kampung Deling. Kedua kegiatan menjadi satu rangkaian, dengan tahap pertama menghasilkan data dan informasi mengenai potensi desa, sedangkan tahap berikutnya mengolah informasi tersebut menjadi rancangan pengembangan.

Rangkaian tersebut juga menunjukkan upaya mahasiswa KKN untuk menghasilkan program yang tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi atau pemetaan potensi. Data yang diperoleh dari lapangan diarahkan menjadi sebuah keluaran yang dapat digunakan sebagai bahan awal dalam proses perencanaan desa.

Dari sisi pengembangan ekonomi, konsep yang dituangkan dalam blue print turut menyoroti peluang ekonomi kreatif lokal. Hutan Bambu dipandang memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pengembangan kawasan.

Keterlibatan berbagai pihak menjadi salah satu unsur yang ditekankan dalam konsep tersebut. Kemitraan antara masyarakat, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pengembangan wisata yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Senyum Ceria & Tangan Bersih! Mahasiswa KKN BBK 5 Unair Edukasi Hidup Sehat di SDN Kuripansari

Setelah proses pengolahan data dan penyusunan rancangan selesai, mahasiswa KKN 179 UNS menyerahkan blue print pengembangan Wisata Hutan Bambu kepada Pemerintah Desa Sumberdem pada 18 Agustus 2026.

Penyerahan Blueprint Pengembangan Wisata Hutan Bambu Kampung Deling kepada Kepala Desa Sumberdem. Foto: Dok. Pribadi/KKN 179 UNS
Penyerahan Blueprint Pengembangan Wisata Hutan Bambu Kampung Deling kepada Kepala Desa Sumberdem. Foto: Dok. Pribadi/KKN 179 UNS

Penyerahan tersebut menjadi tahap penting dalam keberlanjutan program. Dengan diserahkannya hasil perancangan kepada pemerintah desa, dokumen tersebut dapat menjadi salah satu bahan awal untuk dipertimbangkan dalam pengembangan potensi wisata Hutan Bambu pada tahap berikutnya.

Pemanfaatan blue print selanjutnya tetap bergantung pada kebutuhan, kondisi, serta pertimbangan Pemerintah Desa Sumberdem. Karena itu, hasil rancangan lebih tepat diposisikan sebagai dasar awal untuk melihat arah pengembangan kawasan, bukan sebagai keputusan final mengenai bentuk pengelolaan wisata.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berharap hasil perancangan dapat memberikan gambaran yang lebih terarah mengenai peluang pengembangan Wisata Hutan Bambu. Selain mendukung pemanfaatan potensi kawasan, rancangan tersebut diharapkan dapat membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekonomi kreatif lokal.

Program KKN 179 UNS itu sekaligus memperlihatkan kesinambungan antara proses penggalian potensi dan penyusunan perencanaan. Informasi yang diperoleh melalui wawancara dan observasi tidak berhenti sebagai data, tetapi diolah menjadi rancangan yang diserahkan kepada pemerintah desa.

Dengan adanya blue print tersebut, pengembangan potensi Wisata Hutan Bambu Desa Sumberdem memiliki gambaran awal yang dapat menjadi bahan diskusi dan pertimbangan untuk tahapan selanjutnya. Keberlanjutan rancangan tersebut selanjutnya dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan serta keterlibatan pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait.

Penulis : Shabrina | KKN 179 UNS

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN 179 UNS Olah Bambu Kampung Deling Menjadi Sarana Pendukung Wisata
Observasi Kampung Deling, Mahasiswa KKN 179 UNS Petakan Potensi Desa Sumberdem untuk Pengembangan Ekonomi Lokal
Sinergi Pemuda Desa Seloprojo dalam Branding Pariwisata untuk Menguatkan Ekonomi Lokal
Mahasiswa KKN 13 UNS Perkuat Identitas Desa Samiran Melalui Strategi Branding Berbasis Visual
Kebun Markisa Blunyahrejo, Dari Lahan Kosong Menjadi Nadi Ekonomi Warga
Waduk Klampis Jadi Tumpuan Air Pertanian dan Potensi Wisata Lokal di Kedungdung
Satu Titik Seribu Pandang, Ikon Wisata Baru dari KKN UNS di Desa Glapansari
Mahasiswa KKN 32 UNS dan TNGMb Perbaiki Papan Informasi Jalur Selo, Wujud Kolaborasi untuk Keselamatan Pendaki

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:13 WIB

Rancang Pengembangan Wisata Hutan Bambu, Mahasiswa KKN Susun Blue Print Potensi Wisata Berkelanjutan Desa Sumberdem

Jumat, 4 September 2026 - 19:55 WIB

KKN 179 UNS Olah Bambu Kampung Deling Menjadi Sarana Pendukung Wisata

Jumat, 4 September 2026 - 17:48 WIB

Observasi Kampung Deling, Mahasiswa KKN 179 UNS Petakan Potensi Desa Sumberdem untuk Pengembangan Ekonomi Lokal

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sinergi Pemuda Desa Seloprojo dalam Branding Pariwisata untuk Menguatkan Ekonomi Lokal

Senin, 23 Februari 2026 - 10:30 WIB

Mahasiswa KKN 13 UNS Perkuat Identitas Desa Samiran Melalui Strategi Branding Berbasis Visual

Berita Terbaru