Pigmen Karotenoid pada Tomat: Pewarna Alami yang Kaya Antioksidan

- Redaksi

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Image by azerbaijan_stockers on Freepik

Image by azerbaijan_stockers on Freepik

Pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa tomat matang berwarna merah cerah dan tampak begitu menggoda? Ternyata, warna itu bukan sekadar pemanis tampilan. Di baliknya, ada pigmen alami bernama karotenoid yang menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan.

Karotenoid adalah pigmen berwarna kuning hingga merah yang banyak ditemukan pada buah dan sayuran, seperti wortel, labu, paprika, dan tentu saja tomat. Menurut Styawan et al. (2019), selain memberi warna alami, karotenoid juga berfungsi sebagai antioksidan. Artinya, senyawa ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikal bebas zat berbahaya yang bisa memicu berbagai penyakit.

Pada tomat, jenis karotenoid yang paling dominan adalah likopen (lycopene). Senyawa inilah yang membuat warna tomat berubah dari hijau menjadi merah saat matang. Ketika tomat masih muda, warna hijau berasal dari klorofil.

Namun, seiring proses pematangan, klorofil perlahan terurai dan digantikan oleh likopen, β-karoten, lutein, serta pigmen karotenoid lainnya. Semakin merah warna tomat, biasanya semakin tinggi kandungan likopennya.

Baca Juga :  Sebuah Seruan untuk Kesadaran Lingkungan

Likopen dikenal sebagai antioksidan yang cukup kuat. Yuyun et al. (2016) menjelaskan bahwa likopen mampu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh dan berkontribusi terhadap penyakit degeneratif, seperti kanker, penyakit jantung, hingga penuaan dini.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi makanan kaya likopen memiliki risiko lebih rendah terkena kanker prostat dan tekanan darah tinggi.

Menariknya, likopen justru lebih mudah diserap tubuh setelah tomat diolah. Berbeda dengan sebagian vitamin yang mudah rusak saat dipanaskan, pemanasan ringan justru membuat struktur likopen lebih siap diserap oleh tubuh.

Itulah sebabnya produk seperti saus tomat, pasta tomat, atau jus tomat matang sering kali memiliki manfaat likopen yang lebih optimal dibandingkan tomat mentah. Agar penyerapannya makin maksimal, tomat sebaiknya dikonsumsi bersama sedikit minyak, karena likopen larut dalam lemak. Contohnya, saus tomat yang dimasak dengan minyak zaitun.

Baca Juga :  Kebakaran Hutan di Chili pada Tahun 2024: Bencana Alam yang Mengguncang Dunia

Selain bermanfaat bagi kesehatan, karotenoid juga memiliki nilai penting dalam industri pangan. Saat ini, banyak produsen beralih menggunakan ekstrak tomat sebagai pewarna alami karena dinilai lebih aman dibandingkan pewarna sintetis. Tren gaya hidup sehat dan meningkatnya minat terhadap produk berlabel alami membuat pigmen seperti likopen semakin diminati.

Meski begitu, cara pengolahan tetap perlu diperhatikan. Pemanasan dengan suhu terlalu tinggi atau waktu memasak yang terlalu lama bisa merusak sebagian kandungan karotenoid. Karena itu, pengolahan ringan atau memasak tomat dengan sedikit minyak menjadi pilihan yang lebih bijak.

Singkatnya, pigmen karotenoid pada tomat bukan hanya soal warna merah yang menggugah selera. Di dalamnya tersimpan perlindungan alami bagi tubuh. Dengan rutin mengonsumsi tomat, baik dalam bentuk segar maupun olahan, kita tidak hanya memperkaya rasa masakan, tetapi juga memberikan dukungan nyata bagi kesehatan tubuh.


Penulis : Nisa Jessika Sidabutar, mahasiswi jurusan Teknologi Pangan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jakarta Barat Terombang-ambing: Banjir Berulang, Solusi Tak Kunjung Tuntas
Ketika Fatwa Syariah Masuk ke Ranah Konstitusi, Siapa yang Berwenang?
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Kesetaraan Gender dari Sudut Pandang Hukum, Sosial, dan Budayabagi Perempuan Indonesia yang Merdeka, Berdaya, Berkarya, dan Bersuara pada Usia 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia
Filosofi Singa Sang Raja Hutan vs Harimau, Hubungannya dengan Psikologi Manusia dalam Memandang Kebenaran
Ada Apa dengan Kandungan Boba? Analisis Pangan Mengungkap Fakta di Balik Minuman Favorit Masyarakat
Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Game Online Terhadap Tingkat Paparan Konten Bermuatan Radikalisme dan Toxic pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
Menguatkan Manajemen Risiko K3 di Proyek Gedung Bertingkat: Mencegah Bahaya Sebelum Menelan Korban

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 14:15 WIB

Ketika Fatwa Syariah Masuk ke Ranah Konstitusi, Siapa yang Berwenang?

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Kesetaraan Gender dari Sudut Pandang Hukum, Sosial, dan Budayabagi Perempuan Indonesia yang Merdeka, Berdaya, Berkarya, dan Bersuara pada Usia 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Filosofi Singa Sang Raja Hutan vs Harimau, Hubungannya dengan Psikologi Manusia dalam Memandang Kebenaran

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:38 WIB

Ada Apa dengan Kandungan Boba? Analisis Pangan Mengungkap Fakta di Balik Minuman Favorit Masyarakat

Berita Terbaru