Kolaborasi Mahasiswa KKN UNS dan Desa Seloprojo Hadirkan Inovasi Alat Penabur Pupuk Ergonomis

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 81 memaparkan desain alat penabur pupuk ergonomis saat kegiatan sosialisasi dan demonstrasi teknologi tepat guna di Balai Desa Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jumat (7/2/2026).  (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)

mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 81 memaparkan desain alat penabur pupuk ergonomis saat kegiatan sosialisasi dan demonstrasi teknologi tepat guna di Balai Desa Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jumat (7/2/2026). (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)

Magelang, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 81 menghadirkan inovasi alat penabur pupuk ergonomis bagi petani di Desa Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Program tersebut diperkenalkan melalui kegiatan bertajuk Implementasi Alat Penabur Pupuk Ergonomis melalui Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Desa yang digelar di Balai Desa Seloprojo, Jumat, 7 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendorong penerapan teknologi tepat guna di sektor pertanian pedesaan. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa, inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus mengurangi beban fisik saat proses pemupukan.

Selama ini, sebagian besar petani di Desa Seloprojo masih melakukan pemupukan secara manual. Metode konvensional tersebut dinilai membutuhkan waktu lebih lama, terutama ketika diterapkan pada lahan yang cukup luas. Selain itu, cara manual juga berpotensi menimbulkan kelelahan fisik karena petani harus membungkuk atau membawa beban pupuk secara langsung.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNS merancang sebuah alat penabur pupuk sederhana yang dapat membantu petani menyalurkan pupuk secara lebih merata dan efisien. Alat ini dirancang dengan pendekatan ergonomis, sehingga petani dapat melakukan pemupukan dalam posisi berdiri tegak.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN-T UNS Kelompok 100 Latih Warga Desa Sanggrahan Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Kopi

Salah satu mahasiswa KKN Kelompok 81 UNS yang menjadi penanggung jawab program menjelaskan, alat tersebut memanfaatkan mekanisme gravitasi untuk mengalirkan pupuk melalui pipa PVC yang dilengkapi pengatur aliran. Dengan sistem ini, pupuk dapat keluar secara terkontrol sesuai kebutuhan tanaman.

“Desainnya dibuat sederhana agar mudah digunakan oleh petani. Selain itu, alat ini juga dirancang supaya dapat dirakit sendiri oleh warga dengan bahan yang mudah ditemukan,” ujarnya saat kegiatan berlangsung.

Mahasiswa juga menekankan bahwa seluruh material yang digunakan relatif murah dan mudah diperoleh di pasaran. Pendekatan ini sengaja dipilih agar masyarakat dapat memproduksi alat tersebut secara mandiri tanpa bergantung pada teknologi yang rumit atau biaya tinggi.

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai latar belakang inovasi, fungsi alat, serta tahapan perakitan. Setelah itu, mahasiswa memperagakan cara penggunaan alat sebagai gambaran awal bagi para peserta.

Suasana kolaboratif terlihat ketika warga mulai mengikuti sesi praktik perakitan. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merakit alat penabur pupuk secara langsung bersama mahasiswa.

Baca Juga :  Rumah Organik Jetis: Kolaborasi Mahasiswa UNS dan Petani Kismorejo Dorong Pertanian Berkelanjutan

Dalam proses tersebut, diskusi antara mahasiswa dan warga berlangsung aktif. Beberapa petani bahkan memberikan masukan terkait ukuran alat agar lebih sesuai dengan tinggi pengguna maupun kondisi lahan pertanian setempat.

Interaksi ini menjadi ruang pertukaran gagasan yang penting, karena memungkinkan teknologi yang dikembangkan benar-benar menyesuaikan kebutuhan petani di lapangan.

Setelah alat selesai dirakit, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penggunaan untuk memastikan aliran pupuk dapat berjalan dengan baik. Uji coba bersama ini sekaligus menjadi tahap evaluasi awal terhadap efektivitas alat yang diperkenalkan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNS berharap inovasi alat penabur pupuk ergonomis dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Seloprojo. Selain meningkatkan efisiensi kerja, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan desa dalam pengembangan teknologi pertanian.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan petani desa melalui inovasi sederhana yang aplikatif dan mudah direplikasi.

Penulis : Mahasiswa KKN 81 UNS

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga
Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari
Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Minggu, 20 September 2026 - 11:51 WIB

Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Berita Terbaru

Ilustrasi

Opini

Karhutla: Ketika Masyarakat Membayar dengan Napas

Selasa, 20 Okt 2026 - 13:24 WIB