KKN UNS Dorong Desa Sosogan Kurangi Limbah Minyak Jelantah Lewat Inovasi Sabun Ramah Lingkungan untuk Sehatkan Alam dan Berdayakan Warga

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama KKN 65 UNS dengan ibu-ibu, perangkat desa Dusun Sosogan dan Kepala Desa Rejosari dalam rogram pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah yang tak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi ibu-ibu Dusun Sosogan, Desa Rejosari. Foto: Tim KKN 65 UNS

Foto bersama KKN 65 UNS dengan ibu-ibu, perangkat desa Dusun Sosogan dan Kepala Desa Rejosari dalam rogram pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah yang tak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi ibu-ibu Dusun Sosogan, Desa Rejosari. Foto: Tim KKN 65 UNS

Karanganyar, Sorotnesia.com – Dusun Sosogan, Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo, mulai dikenal sebagai desa yang peduli lingkungan berkat inisiatif pengolahan minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan.

Inovasi ini diprakarsai oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) dan melibatkan langsung ibu-ibu setempat untuk mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bermanfaat sekaligus bernilai ekonomi.

Program ini lahir dari kepedulian terhadap maraknya pembuangan minyak bekas ke saluran air atau tanah, yang berdampak buruk pada ekosistem. Melalui pelatihan yang digelar Jumat, 25 Juli 2025 di rumah Ketua RW 07 Sosogan, warga diajak memahami potensi ekonomi kreatif dari limbah.

Fransiska, mahasiswa Kimia FMIPA UNS sekaligus ketua program, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga perubahan pola pikir. “Kami ingin warga melihat minyak jelantah bukan lagi sebagai limbah, melainkan sumber daya yang bisa mendatangkan manfaat,” ujarnya.

Baca Juga :  Digitalisasi Dusun Dodogan: KKN-PPM XLVI Kelompok 20 UMBY Dorong Transformasi Teknologi

Pelatihan meliputi tahap penyaringan minyak, pencampuran dengan minyak kelapa, penambahan larutan soda api (NaOH), hingga reaksi saponifikasi yang menghasilkan gliserin dan garam asam lemak—bahan dasar sabun. Warga kemudian diajari menambahkan pewarna dan minyak esensial agar sabun lebih menarik dan layak dijual.

Para ibu rumah tangga peserta pelatihan mengaku antusias. Mereka merasa mendapat keterampilan baru yang dapat diterapkan langsung di rumah. Selain itu, sabun hasil produksi bersama memiliki aroma segar, tekstur lembut, dan dapat digunakan sehari-hari atau dijual untuk menambah penghasilan keluarga.



Foto pembuatan sabun dengan perwakilan ibu-ibu Dusun Sosogan RW 07. Foto: Tim KKN 65 UNS
Foto pembuatan sabun dengan perwakilan ibu-ibu Dusun Sosogan RW 07. Foto: Tim KKN 65 UNS

Kepala Desa Rejosari yang turut hadir menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata untuk membangun kesadaran lingkungan. “Upaya seperti ini harus didukung agar menjadi budaya di masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Lewat Sosialisasi Interaktif, KKN Untidar Ajak Siswa SD Tolak Bullying

Dengan berjalannya program ini, Dusun Sosogan berpotensi menjadi contoh desa yang memadukan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi. UNS berharap pelatihan serupa bisa diadopsi dusun-dusun lain, sehingga manfaatnya meluas.

Lebih dari sekadar inovasi teknis, program sabun minyak jelantah ini membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari dapur rumah tangga. Limbah yang dulunya dianggap masalah, kini menjadi peluang emas untuk mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan mandiri.

Ke depan, warga berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi berkembang menjadi usaha kolektif yang memberi identitas baru bagi Dusun Sosogan sebagai pelopor desa hijau di Karanganyar.



Penulis : Tim KKN 65 Mahasiswa UNS

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga
Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari
Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Minggu, 20 September 2026 - 11:51 WIB

Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Berita Terbaru