Tak Sekadar Urusan Istri, Suami di Wonocolo Surabaya Mulai Aktif Ikut Program KB

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pasangan suami istri menunggu antrean layanan Keluarga Berencana (KB) di Pusyangatra, Jalan Airlangga, Surabaya, awal Mei 2025. Foto: Pribadi

Sejumlah pasangan suami istri menunggu antrean layanan Keluarga Berencana (KB) di Pusyangatra, Jalan Airlangga, Surabaya, awal Mei 2025. Foto: Pribadi

Surabaya, Sorotnesia.com – Program Keluarga Berencana (KB) selama ini identik dengan perempuan. Penggunaan pil KB, implan, hingga IUD umumnya menjadi tanggung jawab istri dalam mengatur jarak kelahiran. Namun, pemandangan berbeda terlihat di Pusyangatra (Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera), Jalan Airlangga, Surabaya, awal Mei 2025.

Seorang suami asal Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, datang ke layanan tersebut bukan sekadar mengantar pasangan. Ia justru menjadi peserta aktif dalam layanan KB pria dengan menjalani prosedur vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP).

Layanan KB gratis itu merupakan program yang digagas Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya. Lokasi Pusyangatra yang berada di kawasan strategis dekat Universitas Airlangga (UNAIR) dan Kantor BKKBN Provinsi Jawa Timur membuat layanan tersebut mudah diakses masyarakat.

Vasektomi sendiri merupakan metode kontrasepsi permanen pada pria dengan memotong atau mengikat saluran vas deferens agar sperma tidak bercampur dengan air mani saat ejakulasi. Prosedur ini tergolong aman, minim risiko, dan tidak memengaruhi fungsi seksual maupun produksi hormon pria.

Kehadiran peserta pria dalam layanan KB tersebut menjadi sinyal perubahan cara pandang masyarakat terhadap program keluarga berencana. KB perlahan tidak lagi dianggap semata urusan perempuan, melainkan tanggung jawab bersama antara suami dan istri.

Semangat itulah yang terus didorong Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur bersama DP3APPKB Kota Surabaya melalui peningkatan keterlibatan laki-laki dalam program pengendalian penduduk dan perencanaan keluarga.

Mahasiswi magang di DP3APPKB Kota Surabaya, Widyanti Dwi Safitri, turut menyaksikan langsung proses pelayanan tersebut. Ia menjalani program magang di bawah bimbingan dosen Dr. Dida Rahmadanik S.AP., M.AP.

Baca Juga :  Festival Kartanalogi Meriahkan Peringatan HUT RI ke-80 di Kampung Karangan

Widyanti mengamati proses pelayanan vasektomi dari awal hingga selesai di ruang pelayanan Pusyangatra. Menurutnya, suasana layanan jauh dari kesan menegangkan seperti yang selama ini kerap dibayangkan masyarakat.

“Suasana di ruang pelayanan ternyata cukup tenang dan nyaman. Tenaga medis juga sangat profesional serta ramah kepada peserta,” ujarnya berdasarkan hasil pengamatan di lapangan.

Pelayanan yang humanis tersebut dinilai membantu peserta merasa lebih siap menjalani prosedur. Selain tenaga medis, dukungan keluarga juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan layanan.

Berdasarkan pengamatan Widyanti, kehadiran istri yang mendampingi suami saat menjalani vasektomi memberi dukungan psikologis yang besar. Pendampingan tersebut membuat peserta merasa lebih tenang dan percaya diri.

Hal itu juga disampaikan Penyuluh KB Kecamatan Wonocolo, Yidan Yuniana, S.IP., M.Si., yang aktif mendampingi jalannya pelayanan KB pria di lapangan.

“Pendampingan dari istri menjadi salah satu faktor penting yang membuat suami lebih berani mengambil keputusan untuk menjalani vasektomi,” kata Yidan.

Menurut dia, edukasi mengenai KB pria masih perlu terus diperkuat di tengah masyarakat. Selama ini, masih banyak pria yang ragu mengikuti program vasektomi akibat beredarnya berbagai mitos yang keliru.

Yidan menjelaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi sejak jauh hari sebelum layanan dilaksanakan. Edukasi dilakukan untuk memberikan pemahaman bahwa vasektomi tidak memengaruhi kemampuan seksual pria maupun aktivitas sehari-hari.

Selain aspek kesehatan, layanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) secara gratis ini juga dinilai membantu keluarga dalam menghadapi tekanan ekonomi.

Baca Juga :  ITS Kenalkan Teknologi AI untuk Penyandang Tunanetra di Surabaya

Dengan jumlah anak yang terencana, pasangan suami istri dapat lebih fokus memenuhi kebutuhan keluarga dan memberikan perhatian optimal bagi anak-anak yang sudah ada. Program tersebut juga menjadi solusi bagi keluarga yang ingin mengatur jumlah keturunan secara lebih matang.

Keberadaan layanan gratis itu sekaligus menunjukkan upaya negara dalam mendukung kesejahteraan keluarga, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.

Partisipasi laki-laki dalam program KB selama ini memang masih relatif rendah dibanding perempuan. Karena itu, meningkatnya keterlibatan pria dalam layanan vasektomi di Surabaya dipandang sebagai perkembangan positif.

Fenomena tersebut menunjukkan adanya perubahan paradigma di masyarakat bahwa tanggung jawab perencanaan keluarga tidak sepenuhnya dibebankan kepada perempuan.

Lokasi Pusyangatra yang mudah dijangkau diharapkan dapat terus menjadi pusat layanan KB yang inklusif bagi masyarakat Kota Surabaya. Selain menyediakan pelayanan kesehatan, tempat tersebut juga menjadi ruang edukasi mengenai pentingnya keterlibatan suami dalam menjaga kualitas keluarga.

Keberhasilan pelayanan di Kecamatan Wonocolo diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Surabaya untuk terus mengembangkan program KB pria. Dengan keterlibatan suami dan istri secara seimbang, upaya mewujudkan keluarga kecil yang sehat, sejahtera, dan berkualitas dinilai akan lebih mudah tercapai.

Pada akhirnya, keberhasilan program keluarga berencana bukan hanya soal pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga tentang membangun kesadaran bersama dalam menciptakan keluarga yang lebih siap secara ekonomi, kesehatan, dan pengasuhan anak.

Penulis : Widyanti Dwi Safitri mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Kartanalogi Meriahkan Peringatan HUT RI ke-80 di Kampung Karangan
ITS Kenalkan Teknologi AI untuk Penyandang Tunanetra di Surabaya

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:45 WIB

Festival Kartanalogi Meriahkan Peringatan HUT RI ke-80 di Kampung Karangan

Jumat, 13 September 2024 - 15:11 WIB

ITS Kenalkan Teknologi AI untuk Penyandang Tunanetra di Surabaya

Berita Terbaru