Menimba Pengalaman KKN di Desa Bendunganjati, Mahasiswa UNTAG Surabaya Belajar Pengabdian Nyata

- Redaksi

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya saat praktik pembuatan pakan ternak fermentasi menggunakan drum fermentasi. Foto: Pribadi

Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya saat praktik pembuatan pakan ternak fermentasi menggunakan drum fermentasi. Foto: Pribadi

Mojokerto, Sorotnesia.com – Seorang mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Dimas Arya Saputra, mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada 7–18 Januari 2026. Program ini menjadi bagian dari kewajiban akademik sekaligus sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Dimas, yang tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, menyebut KKN sebagai ruang belajar sosial yang tidak diperoleh di kelas. Menurut dia, keberadaan mahasiswa di desa tidak semata menjalankan program kerja, melainkan membangun pemahaman terhadap dinamika masyarakat secara langsung.

“Di desa, kami belajar bahwa pengabdian tidak bisa dilepaskan dari kemampuan mendengar, memahami kebutuhan warga, dan bekerja bersama,” kata Dimas saat ditemui di sela kegiatan KKN.

Desa Bendunganjati menjadi lokasi pengabdian dengan karakter masyarakat yang masih kuat menjaga nilai gotong royong. Sejak hari pertama, mahasiswa KKN disambut secara terbuka oleh warga dan perangkat desa. Sikap tersebut memudahkan proses adaptasi mahasiswa dalam menjalankan program-program yang telah dirancang sebelumnya.

Selama hampir dua pekan, mahasiswa KKN terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga membantu aktivitas sosial desa. Kegiatan pendidikan menjadi salah satu fokus utama, terutama pendampingan belajar bagi anak-anak desa.

Baca Juga :  Seminar Kesehatan Mental dari KKN-T UNDIP, Sentuh Isu yang Sering Terlupakan Pasien Kronis

Dimas menilai, antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan belajar menjadi pengalaman yang membekas. Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat belajar anak-anak justru terlihat tinggi. Kondisi tersebut, menurut dia, memberi perspektif baru tentang arti kesungguhan dalam menimba ilmu.

Selain kegiatan pendidikan, mahasiswa juga berinteraksi intens dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Dari proses tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman tentang pentingnya komunikasi yang efektif serta perencanaan program yang berbasis kebutuhan warga.

“Tidak semua rencana berjalan sesuai harapan. Namun dari situ kami belajar menyesuaikan diri, berdiskusi, dan mencari solusi bersama masyarakat,” ujar Dimas.

Ia menambahkan, tantangan di lapangan justru menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Mahasiswa dituntut untuk bersikap fleksibel, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai kondisi sosial yang berbeda dengan lingkungan kampus.

Kehidupan masyarakat Desa Bendunganjati yang sederhana, namun sarat kebersamaan, menjadi pelajaran tersendiri bagi mahasiswa. Nilai gotong royong tercermin dalam berbagai aktivitas warga, mulai dari kegiatan sosial hingga kerja bakti desa. Bagi Dimas, pengalaman tersebut memperkuat pemahaman bahwa keberhasilan program pengabdian sangat bergantung pada keterlibatan dan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga :  UI Perkuat Riset Interdisiplin dengan Lima Laboratorium Canggih untuk Dukung Net Zero Emission

Program KKN ini juga menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan warga, mahasiswa dilatih untuk lebih peka terhadap persoalan sosial, menghargai perbedaan, serta mengimplementasikan ilmu secara kontekstual.

Menurut Dimas, KKN tidak dapat dipandang hanya sebagai kewajiban akademik semata. Program ini, kata dia, merupakan proses pembelajaran yang berkelanjutan dalam membentuk sikap empati dan kepedulian sosial mahasiswa sebagai calon sarjana.

Pengalaman di Desa Bendunganjati diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat setelah lulus. Dimas menyebut, pembelajaran paling berharga justru lahir dari interaksi sederhana, kebersamaan, dan kerja kolektif bersama warga desa.

“Dari desa, kami belajar bahwa ilmu sejati tidak hanya tumbuh dari teori, tetapi dari pengalaman dan niat tulus untuk berbagi,” ujarnya.

Kegiatan KKN di Desa Bendunganjati pun menjadi penanda penting bagi mahasiswa UNTAG Surabaya dalam menjalankan peran tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sebagai bagian dari kontribusi nyata dunia akademik bagi lingkungan sekitar.

Penulis : Dimas Arya Saputra | Prodi Administrasi Niaga | Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga
Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari
Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Minggu, 20 September 2026 - 11:51 WIB

Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Berita Terbaru

Ilustrasi create by AI

Opini

Ketika Candaan Menjadi Alat Penyebar Hoaks

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:07 WIB

Ilustrasi create by AI

Esai

Chat Tak Terbalas, Mengapa Kita Merasa Diabaikan?

Senin, 2 Nov 2026 - 22:04 WIB