Bersama PKK, KKN UNS 163 Dorong Ketahanan Pangan Keluarga Lewat Vertikultur dan TOGA di Glesungrejo

- Redaksi

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antusiasme ibu-ibu PKK Desa Glesungrejo mengikuti pelatihan sistem vertikultur dan penanaman TOGA. Foto: Dok. KKN UNS 163

Antusiasme ibu-ibu PKK Desa Glesungrejo mengikuti pelatihan sistem vertikultur dan penanaman TOGA. Foto: Dok. KKN UNS 163

Wonogiri, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 163 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar pelatihan sistem vertikultur dan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Glesungrejo, Kabupaten Wonogiri, Minggu (1/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Balai Desa Glesungrejo ini menjadi bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

Pelatihan diikuti anggota PKK Desa Glesungrejo dan warga setempat. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, terutama saat sesi praktik penanaman.

Koordinator kegiatan menyampaikan, program ini dirancang sebagai bentuk pengabdian yang aplikatif dan berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mengajak peserta mempraktikkan teknik penanaman secara langsung.

Pada sesi vertikultur, mahasiswa memaparkan konsep bercocok tanam secara vertikal menggunakan media sederhana dan ramah lingkungan. Peserta kemudian mempraktikkan penanaman sawi pakcoy dengan memanfaatkan pipa vertikultur yang disusun bertingkat.

Metode ini dinilai efektif untuk mengatasi keterbatasan lahan. Dengan sistem tanam vertikal, pekarangan sempit tetap dapat dimanfaatkan secara produktif.

Baca Juga :  KKN UIN Walisongo Semarang Edukasi Stop Cyberbullying di SDN 1 & 3 Ngareanak

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta aktif bertanya mengenai perawatan tanaman, mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian hama. Sejumlah peserta bahkan menyampaikan keinginan untuk mengembangkan jenis sayuran lain serta tanaman obat di pekarangan rumah mereka.

Selain vertikultur, kegiatan juga difokuskan pada penanaman TOGA. Mahasiswa memperkenalkan sejumlah tanaman yang mudah dibudidayakan dan bermanfaat bagi kesehatan keluarga, seperti jahe, kunyit, kencur, dan sereh.

Penjelasan disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami. Peserta mendapat panduan mulai dari teknik penanaman, perawatan, hingga pemanfaatan hasil panen sebagai obat tradisional rumahan.

Bagi anggota PKK, program ini dinilai relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Tanaman obat yang ditanam dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan pada obat kimia untuk keluhan ringan.

“Acara yang diselenggarakan sangat menyenangkan. Materi yang diberikan menambah wawasan kami tentang sistem vertikultur serta tanaman TOGA. Sistem ini cocok untuk ibu-ibu yang ingin menanam banyak tanaman di pekarangan. Semoga program kerja mahasiswa dapat berkelanjutan dan diterapkan di rumah masing-masing,” ujar perwakilan anggota PKK Desa Glesungrejo.

Baca Juga :  Teknologi Briket Kotoran Sapi Dikembangkan Mahasiswa UNTAG di Pringwulung

Kolaborasi antara mahasiswa dan PKK menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan. Dukungan pengurus serta partisipasi aktif anggota membuat pelatihan berjalan tertib dan partisipatif.

Tidak berhenti pada pelatihan, mahasiswa KKN Kelompok 163 juga melakukan pendampingan awal untuk memastikan tanaman tumbuh optimal. Pendampingan ini mencakup pemantauan media tanam dan penyusunan jadwal perawatan sederhana.

Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan dan obat keluarga. Di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi harga bahan pangan, penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis rumah tangga dinilai menjadi langkah strategis.

Melalui pendekatan kolaboratif dan praktik langsung, kegiatan ini diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat Desa Glesungrejo, bahkan setelah masa KKN berakhir.

Penulis : Tim KKN 163 UNS

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Pagerkidul Fest, KKN UNS Gelar Turnamen Voli dan Pentas Seni Peringati Hari Jadi Pacitan ke-281
KKN UNS 163 Kenalkan Ecoprint sebagai Edukasi Kreatif Ramah Lingkungan di Wonogiri
Mahasiswa KKN-T UNS Kelompok 100 Latih Warga Desa Sanggrahan Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Kopi
Dorong Konservasi dan Ekonomi Warga, Mahasiswa KKN UNS Tanam Puluhan Bibit MPTS di Desa Gunungsari
Mahasiswa KKN UNS Bangun Model Pemberdayaan Desa Berbasis Inovasi dan Kolaborasi di Tegalweru
Dari Limbah Jadi Penghasilan: Program GALANTARA DESA KKN UNS 67 Dorong Kemandirian Warga Kebondalem Lor
KKN UNS Kelompok 29 Gandeng EXALOS dan KATANYAPALA Edukasi Warga Grogol Soal Interaksi Aman dan Penanganan Gigitan Ular
Mahasiswa KKN 13 UNS Perkuat Identitas Desa Samiran Melalui Strategi Branding Berbasis Visual

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:26 WIB

Semarak Pagerkidul Fest, KKN UNS Gelar Turnamen Voli dan Pentas Seni Peringati Hari Jadi Pacitan ke-281

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:18 WIB

Bersama PKK, KKN UNS 163 Dorong Ketahanan Pangan Keluarga Lewat Vertikultur dan TOGA di Glesungrejo

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:11 WIB

KKN UNS 163 Kenalkan Ecoprint sebagai Edukasi Kreatif Ramah Lingkungan di Wonogiri

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:10 WIB

Mahasiswa KKN-T UNS Kelompok 100 Latih Warga Desa Sanggrahan Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Kopi

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:34 WIB

Mahasiswa KKN UNS Bangun Model Pemberdayaan Desa Berbasis Inovasi dan Kolaborasi di Tegalweru

Berita Terbaru