Potensi Pangan Lokal Indonesia di Tengah Tingginya Ketergantungan terhadap Beras

- Redaksi

Sabtu, 7 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber: KartaNews - Sagu, Sorgum, dan Mocaf: Wajah Baru Pangan Lokal Indonesia

Sumber: KartaNews - Sagu, Sorgum, dan Mocaf: Wajah Baru Pangan Lokal Indonesia

Indonesia sebenarnya punya banyak pilihan karbohidrat selain nasi, tapi beras masih jadi menu utama di meja makan kita. Padahal, dari Sabang sampai Merauke tersebar singkong, jagung, sagu, talas, ubi jalar, hingga sorgum yang siap jadi sumber energi. Tahukah kamu, singkong bisa diolah jadi tepung mocaf dan tiwul, jagung jadi nasi jagung, dan sagu jadi papeda? Dengan pilihan sebanyak itu, kenapa kita masih setia pada beras?

Salah satu jawabannya ada pada kebiasaan. Data Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian (2025) mencatat konsumsi beras rumah tangga pada 2024 sekitar 92,4 kilogram per kapita per tahun. Angka ini memang turun dari 2010 yang mencapai sekitar 100,75 kilogram, tapi masih tergolong tinggi. Nah, apa sih risikonya kalau kebutuhan karbohidrat kita bertumpu pada satu komoditas? Kalau produksi beras terganggu oleh cuaca yang tak menentu, serangan hama, atau distribusi yang tersendat, ketersediaan pangan masyarakat ikut terdampak.

Di sinilah pangan lokal punya peran. Singkong, misalnya, kini tak hanya hadir sebagai makanan tradisional, tapi juga produk beku yang praktis. Penelitian Saraswati et al. (2022) membahas pengolahan singkong menjadi singkong goreng beku dan pengaruhnya terhadap sifat fisik, kandungan gizi, serta keamanan produk. Jagung bisa diolah menjadi tepung dan berbagai makanan, sedangkan sagu sudah lama menjadi makanan pokok di sejumlah wilayah, terutama Papua dan Maluku. Pemanfaatan yang lebih luas akan memperkaya pilihan makanan sekaligus menaikkan nilai hasil pertanian daerah.

Baca Juga :  KKN UNS 125 Kenalkan Tepung Sukun, Upaya Olah Pangan Lokal Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Teknologi pengolahan pangan juga membuat bahan tradisional tampil lebih kekinian. Coba tebak, sorgum bisa jadi apa? Ternyata bisa jadi snack bar. Menurut penelitian Lewerissa dan Mawarno (2024), sorgum berpotensi menjadi pangan fungsional karena mengandung serat pangan dan antioksidan. Dalam penelitian tersebut, snack bar sorgum dibuat dengan beberapa jenis bahan pengikat (binder) untuk menghasilkan karakteristik produk yang berbeda. Artinya, sorgum tak hanya cocok untuk olahan tradisional, tetapi juga berpeluang menjadi bahan baku produk modern yang bernilai tambah.

Meski begitu, jalan menuju diversifikasi pangan tidak sepenuhnya mulus. Pola konsumsi masyarakat yang masih didominasi beras membuat produk nonberas belum jadi pilihan utama di banyak tempat. Produk pangan lokal juga harus enak, bertekstur pas, aman, harganya terjangkau, dan bahannya mudah didapat. Meski demikian, ada contoh yang menggembirakan. Penelitian Putri et al. (2022) tentang program diversifikasi pangan lokal di Jawa Tengah menunjukkan program tersebut dapat mendorong masyarakat mengonsumsi pangan nonberas, sekaligus meningkatkan pendapatan kelompok wanita tani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pengolahan dan pemasaran sangat menentukan dalam memperkenalkan pangan lokal.

Baca Juga :  Rahasia Sains di Balik Camilan Transparan: Kripik Kaca

Lalu, apa yang bisa dilakukan? Mengurangi ketergantungan pada beras bukan berarti kita harus berhenti makan nasi. Langkah awalnya adalah memperkenalkan dan memanfaatkan pangan lokal sesuai potensi tiap daerah. Pemerintah dapat mendukung lewat program diversifikasi pangan, pelaku industri dapat menciptakan produk olahan yang berkualitas dan berdaya saing, dan masyarakat dapat mulai mencoba singkong, jagung, sagu, dan pangan lokal lainnya. Dengan dukungan teknologi pengolahan, pangan lokal bisa tampil lebih praktis dan menarik. Keberagaman ini pada akhirnya akan memperkuat ketahanan pangan Indonesia agar tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan saja.


Sumber :

  • Kementerian Pertanian, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2025. Buletin konsumsi pangan volume 16 nomor 1 tahun 2025. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
  • Lewerissa, K., dan Mawarno, B. A. S. 2024. Karakteristik dan potensi pangan fungsional snack bar berbasis sorgum dengan perbedaan jenis binder. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, Vol. 35(2), 237–245.
  • Putri, R. A., Kumalasari, I. D., dan Utama, B. 2022. Implementasi program diversifikasi produk pangan lokal di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Mediagro: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, Vol. 18(1), 10–22.
  • Saraswati, T. I., Adawiyah, D. R., dan Rungkat, F. Z. 2022. Pengaruh pengolahan pada sifat fisik dan kimia singkong-goreng beku. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, Vol. 27(4), 528–535

Penulis : Christy Lovely Purba | Jurusan Teknologi Pangan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Klik: 7 Ciri Penipuan Online yang Perlu Dikenali
Ting! Pukul 06.03: Ketika Nasib Kuliah Mahasiswa Ditentukan Grup WhatsApp
Tugas Kuliah di Media Sosial dan Risiko Kebocoran Data Mahasiswa
Membedah Majas dalam Lagu “The Man Who Can’t Be Moved” karya The Script
Chat Tak Terbalas, Mengapa Kita Merasa Diabaikan?
Di Balik Bilik Plastik dan Stigma Publik: Beban Ganda dan Dilema Perempuan Berdaya
Upaya Penanggulangan Tindak Pidana yang Melibatkan Anak dalam Perspektif Kebijakan Kriminal
Menyingkap Makna #HidupPerempuanYangMelawan dalam Kasus Hanni NewJeans

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 17:50 WIB

Potensi Pangan Lokal Indonesia di Tengah Tingginya Ketergantungan terhadap Beras

Kamis, 5 November 2026 - 09:20 WIB

Sebelum Klik: 7 Ciri Penipuan Online yang Perlu Dikenali

Kamis, 5 November 2026 - 07:03 WIB

Ting! Pukul 06.03: Ketika Nasib Kuliah Mahasiswa Ditentukan Grup WhatsApp

Selasa, 3 November 2026 - 14:25 WIB

Membedah Majas dalam Lagu “The Man Who Can’t Be Moved” karya The Script

Senin, 2 November 2026 - 22:04 WIB

Chat Tak Terbalas, Mengapa Kita Merasa Diabaikan?

Berita Terbaru