Kolaborasi KKN UNS 81 dan Desa Seloprojo Berdayakan Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN UNS berfoto bersama peserta pelatihan sambil menunjukkan hasil lilin aromaterapi dari minyak jelantah. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)

Mahasiswa KKN UNS berfoto bersama peserta pelatihan sambil menunjukkan hasil lilin aromaterapi dari minyak jelantah. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)

Magelang, Sortonesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 81 Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah bagi warga Dusun Seloprojo, Desa Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Pelatihan tersebut menyasar ibu rumah tangga sebagai peserta utama. Selain memberikan pemahaman tentang dampak limbah minyak bekas, mahasiswa juga memperkenalkan cara mengolahnya menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya minyak jelantah rumah tangga yang dibuang langsung ke saluran air atau tanah tanpa proses pengolahan. Praktik tersebut berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kualitas tanah serta air di sekitar permukiman.

Pemaparan materi oleh mahasiswa KKN UNS tentang bahaya minyak jelantah bagi lingkungan serta pemanfaatannya menjadi produk yang lebih bermanfaat. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)
Pemaparan materi oleh mahasiswa KKN UNS tentang bahaya minyak jelantah bagi lingkungan serta pemanfaatannya menjadi produk yang lebih bermanfaat. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN berupaya mengenalkan solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat. Pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk lilin aromaterapi dinilai tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha skala rumah tangga.

Kegiatan berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026 pukul 20.00 WIB di rumah Kepala Dusun Pernolo, Desa Seloprojo. Acara diawali dengan pemaparan materi mengenai bahaya pembuangan minyak jelantah secara sembarangan serta potensi pemanfaatannya menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomis.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN 32 UNS dan TNGMb Perbaiki Papan Informasi Jalur Selo, Wujud Kolaborasi untuk Keselamatan Pendaki

Dalam sesi praktik, mahasiswa KKN memandu peserta melalui tahapan pembuatan lilin aromaterapi secara langsung. Proses pertama adalah merendam minyak jelantah menggunakan arang selama minimal 24 jam untuk mengurangi bau dan kotoran.

Setelah itu, minyak dipanaskan hingga mendidih dan kemudian disaring. Tahap berikutnya adalah mencampurkan minyak dengan bleaching earth untuk membantu proses penjernihan. Campuran tersebut kemudian didiamkan selama satu malam agar minyak menjadi lebih bersih dan siap digunakan.

Minyak yang telah jernih kembali dipanaskan sebelum dicampur dengan palm wax dengan perbandingan tiga banding satu. Campuran dipanaskan hingga larut dan berubah menjadi bening. Setelah suhu sedikit menurun, peserta menambahkan essence aromaterapi dan pewarna cair sesuai selera sebelum dituangkan ke dalam wadah yang telah dipasang sumbu lilin.

Peserta melakukan praktik pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)
Peserta melakukan praktik pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)

Selama proses praktik berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan. Beberapa di antaranya aktif bertanya mengenai komposisi bahan, teknik agar lilin tidak retak, hingga kemungkinan pemasaran produk sebagai usaha rumahan.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN-PPM UMBY 2026 Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pasang Jaring Penutup Talang Air di Dusun Ngepoh Kidul

“Selama ini minyak bekas hanya dibuang begitu saja. Ternyata bisa diolah menjadi lilin yang cantik dan wangi,” ujar salah satu peserta pelatihan.

Menurut mahasiswa KKN, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru. Produk lilin aromaterapi dari minyak jelantah dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk UMKM desa.

Selain mudah dibuat, bahan bakunya juga tersedia melimpah di lingkungan rumah tangga. Jika dikelola secara konsisten, produk tersebut dapat menjadi salah satu alternatif sumber pendapatan tambahan bagi warga.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN juga menyerahkan contoh produk lilin aromaterapi beserta panduan pembuatannya kepada pemerintah desa. Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengembangkan produksi secara mandiri setelah program KKN selesai.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNS Kelompok 81 berharap warga Desa Seloprojo semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga. Inovasi sederhana seperti pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dinilai dapat menjadi langkah kecil yang berdampak nyata bagi lingkungan sekaligus perekonomian desa.

Penulis : Mahasiswa KKN 81 UNS

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Anak Desa Sehat dan Mandiri, PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ Padukan Gerakan PHBS dengan Pelatihan Lilin Aromaterapi
Mahasiswa KKN UINSA Dampingi UMKM Desa Jabung Bangun Jejak Digital dan Perkuat Legalitas Usaha
Outbound di Kendal Tutup Rangkaian MATAMUDA MI Muhammadiyah 11 Jabung, Perkuat Kekompakan Siswa Baru
Mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Perkuat Branding Tiga UMKM Unggulan di Jambangan untuk Tingkatkan Daya Saing
960 Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Diterima di Kabupaten Semarang, Siap Jalankan Pengabdian di 64 Posko
Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi
Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta
Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:46 WIB

Wujudkan Anak Desa Sehat dan Mandiri, PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ Padukan Gerakan PHBS dengan Pelatihan Lilin Aromaterapi

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:00 WIB

Mahasiswa KKN UINSA Dampingi UMKM Desa Jabung Bangun Jejak Digital dan Perkuat Legalitas Usaha

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:13 WIB

Outbound di Kendal Tutup Rangkaian MATAMUDA MI Muhammadiyah 11 Jabung, Perkuat Kekompakan Siswa Baru

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:25 WIB

Mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Perkuat Branding Tiga UMKM Unggulan di Jambangan untuk Tingkatkan Daya Saing

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:53 WIB

960 Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Diterima di Kabupaten Semarang, Siap Jalankan Pengabdian di 64 Posko

Berita Terbaru