KKN 100 UNS Sosialisasikan Pelestarian Nilai Unggah-Ungguh Jawa di Desa Sanggrahan Pacitan

- Redaksi

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Siswa Guru SDN 1 Sanggrahan dan mahasiswa KKN-T UNS Kelompok 100. (Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100)

Foto bersama Siswa Guru SDN 1 Sanggrahan dan mahasiswa KKN-T UNS Kelompok 100. (Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100)

Pacitan, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 100 Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan sosialisasi pelestarian nilai unggah-ungguh Jawa di Desa Sanggrahan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan selama periode Januari hingga Februari 2026.

Sosialisasi ini bertujuan menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, terhadap pentingnya nilai sopan santun dalam budaya Jawa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi, sejumlah nilai budaya lokal dinilai mulai berkurang dalam praktik kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pola komunikasi dan interaksi sosial.

Mahasiswa KKN UNS menilai penguatan kembali nilai unggah-ungguh penting dilakukan sejak usia dini agar generasi muda tetap memahami dan mempraktikkan etika sosial yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, unggah-ungguh tidak hanya berkaitan dengan penggunaan bahasa, tetapi juga menyangkut sikap hormat, kesopanan, serta cara seseorang menempatkan diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Nilai tersebut menjadi pedoman penting dalam menjaga keharmonisan hubungan sosial, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Penyampaian materi sekaligus praktek langsung oleh siswa SD. (Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100)

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber Yessika Retonwati, S.Pd., Gr. yang memaparkan pentingnya menjaga nilai-nilai unggah-ungguh dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa unggah-ungguh merupakan bagian penting dari identitas budaya Jawa yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurut Yessika, penggunaan bahasa Jawa yang santun, khususnya bahasa krama, dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan sikap hormat kepada orang yang lebih tua, guru, maupun tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Dorong Inovasi dan Digitalisasi UMKM Tas Anyaman di Dusun Mungkut

“Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan sikap dan nilai yang kita pegang. Melalui penggunaan bahasa Jawa yang santun, anak-anak dapat belajar menghargai orang lain sejak dini,” ujar Yessika dalam kegiatan tersebut.

Ia juga menekankan bahwa pembelajaran mengenai unggah-ungguh sebaiknya dimulai sejak jenjang sekolah dasar. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan, nilai-nilai kesopanan tersebut diharapkan dapat tertanam kuat dalam karakter anak-anak.

Sosialisasi pelestarian unggah-ungguh Jawa ini dilaksanakan di SDN 1 Sanggrahan dengan melibatkan siswa dan guru sebagai peserta kegiatan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menggunakan berbagai metode pembelajaran yang interaktif agar materi lebih mudah dipahami oleh peserta.

Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, dialog interaktif, permainan edukatif, serta praktik langsung penggunaan bahasa Jawa yang santun. Para siswa diajak mengenal perbedaan penggunaan bahasa Jawa ngoko dan krama, termasuk situasi kapan masing-masing ragam bahasa tersebut digunakan.

Selain memahami secara teori, siswa juga diajak mempraktikkan sejumlah ungkapan sopan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, cara menyampaikan salam, meminta izin kepada orang yang lebih tua, mengucapkan permohonan maaf, hingga berbicara dengan guru menggunakan bahasa yang lebih santun.

Melalui praktik langsung tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai konsep unggah-ungguh, tetapi juga dapat langsung menerapkannya dalam situasi komunikasi sehari-hari.

Ice Breaking Tepuk Unggah Ungguh. (Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100)
Ice Breaking Tepuk Unggah Ungguh. (Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100)

Untuk meningkatkan partisipasi siswa, kegiatan juga diselingi dengan berbagai aktivitas menarik, seperti permainan edukatif dan sesi ice breaking bertajuk “Tepuk Unggah-Ungguh”. Kegiatan tersebut dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membangun keberanian siswa dalam menggunakan bahasa Jawa secara santun.

Baca Juga :  BUDIKDAMBER, Upaya KKN Unair Ciptakan Lapangan Kerja di Desa Wringinputih

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa terlihat aktif mengikuti setiap sesi, baik saat penyampaian materi maupun ketika praktik penggunaan bahasa. Mereka juga tampak antusias saat mengikuti permainan yang diberikan oleh mahasiswa KKN.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut. Guru-guru menilai program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN UNS ini memberikan kontribusi bagi penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal di lingkungan sekolah.

Selain membantu siswa memahami nilai sopan santun dalam budaya Jawa, kegiatan ini juga dinilai mampu mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa daerah yang santun dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 100 UNS berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga nilai budaya lokal dapat semakin meningkat. Mereka juga berharap nilai unggah-ungguh tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelestarian nilai budaya, menurut mahasiswa KKN, memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dapat terus dijaga di tengah perubahan zaman.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pelestarian budaya daerah sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mempertahankan identitas budaya serta membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah dinamika perkembangan modern.

Penulis : Febriani Putri Winda Utami | KKN-T UNS Kelompok 100 Periode Januari–Februari 2026

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Limbah Menjadi Manfaat, KKM UNIBA 27 Kenalkan Pengolahan Sekam Padi di Kebon Ratu
Wujudkan Anak Desa Sehat dan Mandiri, PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ Padukan Gerakan PHBS dengan Pelatihan Lilin Aromaterapi
Mahasiswa KKN UINSA Dampingi UMKM Desa Jabung Bangun Jejak Digital dan Perkuat Legalitas Usaha
Outbound di Kendal Tutup Rangkaian MATAMUDA MI Muhammadiyah 11 Jabung, Perkuat Kekompakan Siswa Baru
Mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Perkuat Branding Tiga UMKM Unggulan di Jambangan untuk Tingkatkan Daya Saing
960 Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Diterima di Kabupaten Semarang, Siap Jalankan Pengabdian di 64 Posko
Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi
Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Dari Limbah Menjadi Manfaat, KKM UNIBA 27 Kenalkan Pengolahan Sekam Padi di Kebon Ratu

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:46 WIB

Wujudkan Anak Desa Sehat dan Mandiri, PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ Padukan Gerakan PHBS dengan Pelatihan Lilin Aromaterapi

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:00 WIB

Mahasiswa KKN UINSA Dampingi UMKM Desa Jabung Bangun Jejak Digital dan Perkuat Legalitas Usaha

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:13 WIB

Outbound di Kendal Tutup Rangkaian MATAMUDA MI Muhammadiyah 11 Jabung, Perkuat Kekompakan Siswa Baru

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:53 WIB

960 Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Diterima di Kabupaten Semarang, Siap Jalankan Pengabdian di 64 Posko

Berita Terbaru